Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Makassar

Mahasiswa Makassar Suarakan Tolak Tindakan Fasis dan Rasisme untuk Papua

badge-check

					Mahasiswa Demonstrasi Tolak Rasisme Kepada Masyarakat Papua. (BERITA.NEWS/KH). Perbesar

Mahasiswa Demonstrasi Tolak Rasisme Kepada Masyarakat Papua. (BERITA.NEWS/KH).

BERITA.NEWS, Makassar – Puluhan Mahasiswa yang tergabung dalam front perjuangan rakyat (FPR) melakukan aksi demontrasi tolak tindakan fasis dan rasis terhadap mahasiswa Papua di Surabaya dan Malang. Kamis (22/8/2019).

Aksi unjuk rasa tersebut, dilakukan depan kantor Gubernur Sulsel Jalan Urip Sumoharjo. Diikuti beberapa gabungan organisasi mahasiswa seperti Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UNM dan LBH Makassar.

Koordinator Aksi FPR Al Jabal mengatakan tindakan aparat pemerintah di Surabaya kepada mahasiswa di asrama Papua merupakan tindakan fasis dan rasis yang harus dikecam bersama.

“Kami organisasi-organisasi massa yang tergabung dalam fron perjuangan rakyat Sulsel, mengetuk dan mengecam keras tindakan fasis dan rasisme oleh aparat pemerintah di Surabaya,” ucapnya.

Baca Juga :  Pelajari Konsep Revitalisasi Blok M Jakarta, Appi Rancang Wajah Baru Pasar Sentral

Berikut 4 peryataan sikap massa aksi FPR Sulsel :

1. Hentikan sekarang juga segala bentuk tindakan fasis dan rasis terhadap rakyat Papua yang dilakukan aparatur sipil dan militer.

2. Mendesak Polda Sulsel untuk mengusut tuntas, serta bertindak tegas dan berikan hukuman setimpal para pelaku fasis dan rasis.

3. Hentikan operasi militer di Ndunga segala bentuk perampasan tanah dan sumber tanah kekayaan alam di Papua.

4. Berikan dan jamin kebebasan berkumpul dan berpendapat sebagai hak demokratis universal rakyat Papua termasuk hak menentukan nasib sendiri.

  • KH

Loading

Comments

Baca Lainnya

Pelajari Konsep Revitalisasi Blok M Jakarta, Appi Rancang Wajah Baru Pasar Sentral

21 April 2026 - 19:17 WITA

Gelar Perpisahan Berbayar, Munafri Ancam Kepsek Dicopot

21 April 2026 - 12:51 WITA

Elang Tiga Hambalang Desak Evaluasi Total Korwil SPPG Maros, Ancam Bawa Keluhan Mitra ke Tingkat Nasional

20 April 2026 - 23:16 WITA

FGD Pengelolaan Sampah Makassar, DLH Siapkan Skema Sanitary Landfill

19 April 2026 - 20:20 WITA

Tak Lagi Gelap, 40 Lampu Solar Cell Terangi Kepulauan Makassar

19 April 2026 - 15:27 WITA

Trending di Makassar