Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

DPRD Makassar

Kompensasi Peternak PKM Tidak Jelas, Dewan Makassar Minta DP2 Tak Berpangku Tangan

badge-check

					Kompensasi Peternak PKM Tidak Jelas, Dewan Makassar Minta DP2 Tak Berpangku Tangan Perbesar

MAKASSAR, BERITA.NEWS– Anggota Komisi B DPRD Kota Makassar, Syamsudin Raga meminta Dinas Peternakan dan Perikanan (DP2) tak berpangku tangan ihwal keresahan peternak yang menunggu kompenasi pemotongan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Pasalnya, hingga kini bantuan yang dijanjikan ke petenak tak kunjung didapatkan. Ia meminta pemerintah menjemput bola.

“Itu semestinya disampaikan masalah ini ke provinsi, agar bisa sampai ke Pusat,” ujar Syamsudin Raga, Kamis (3/11/2022).

Dia mengatakan peternak cukup merugi, terutama dari laporan jumlah yang dipotong itu cukup banyak.

Menurutnya, membangun komunikasi sampai ke pusat ini akan lebih lancar, terutama Menteri sendiri adalah orang Sulsel. Sehingga semestinya ini bisa lebih progresif.

“Jadi semestinya memang harus jemput bola, sampaikan semua masalah itu, kasian juga peternak,” tandas legislator Perindo ini.

Sebelumnya, lewat Keputusan Menteri Pertanian (Kepmentan) No 518/2022 tentang Pemberian Kompensasi dan Bantuan Dalam Keadaan Darurat Penyakit Mulut dan Kuku (Food and Mouth Diesease), para peternak dijanjikan akan mendapatkan bantuan, besarannya dilaporkan mencapai Rp7 juta per ekor. Itu bisa bersumber dari APBN dan APBD.

Peternak masih harap-harap cemas, khawatir bantuan yang dijanjikan itu hanya sebatas wacana yang tak direalisasikan pemerintah.

“Belum pi kita terima sampai saat ini, peternak juga sudah tanya-tanya ke rumah, mana mi ini (kompensasi),” jelas salah seorang Peternak di Tamangapa, Daeng Salleng.

Dia mengatakan sudah beberapa bulan pihaknya bersama peternak lainnya menanti kompensasi tersebut, apalagi ternak yang dipotong bersyarat itu tidaklah sedikit, termasuk miliknya yang berjumlah lima ekor.

Dari informasi terakhir, kata dia, pihak DP2 menjanjikan kompensasi tersebut akan disalurkan pada bulan November ini. “Informasinya (dari DP2K), bulan ini. Itu sudah berapa bulan lewat,” katanya.

Sementara itu, UPT Kesehatan Hewan, Dinas Peternakan dan Perikanan (DP2) Makassar melaporkan, dari informasi terakhir, setidaknya ada sebanyak 47 ekor hewan yang dipotong secara bersyarat.

Jumlah ini tidak berubah sejak September 2022, lantaran sudah tidak adanya pemotongan bersayarat yang masuk.

“Jadi tidak ada penambahan, (hewan dipotong bersyarat),” terang Dokter Hewan UPT Kesehatan Hewan, DP2 Makassar, drh Nurmayanti.

Sementara itu, Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto mengatakan akan menyampaikan keluhan ini ke pusat. “Yah (akan disampaikan), karena kita kan di sini hanya menerima saja,” tutur Danny.

Apalagi menurutnya penangangan PMK di Makassar sangatlah progresif dan baik. “Kita kemarin dapat terbaik, kita punya klinik hewan, salah satunya kita tapis daging-daging terpapar PMK, kalau itu ada, yah kita mediasi,” tegas Danny. (*)

 

Loading

Comments

Baca Lainnya

Dukung Percepatan PSEL, Ketua Fraksi Gerindra Minta Pemkot Makassar Cari Lokasi Alternatif

1 April 2026 - 22:00 WITA

Rapat Paripurna APBD Perubahan 2025 DPRD Makassar Ditunda Akibat Kerusakan Gedung

31 Agustus 2025 - 19:30 WITA

Sambil Menangis, Supratman Rela Pertaruhkan Nyawa Demi Kedamaian Makassar

31 Agustus 2025 - 11:24 WITA

Sekretariat DPRD Kota Makassar Cari Lokasi Alternatif Pasca Kebakaran Gedung

31 Agustus 2025 - 11:02 WITA

Sekretariat DPRD Kota Makassar Cari Lokasi Alternatif Pasca Kebakaran Gedung

29 Agustus 2025 - 10:46 WITA

Trending di DPRD Makassar