Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

DPRD Makassar

Nunung Dasniar Dorong Pemberdayaan Pasar Tradisional dan Modern Bersaing Selaras

badge-check

					Nunung Dasniar Dorong Pemberdayaan Pasar Tradisional dan Modern Bersaing Selaras Perbesar

MAKASSAR, BERITA.NEWS– Anggota DPRD Kota Makassar, Nunung Dasniar berharap peraturan daerah (Perda) soal perlindungan dan pemberdayaan pasar tradisional dan modern bisa diketahui dan dipahami lebih dalam oleh masyarakat.

Hal itu disampaikan Nunung saat Sosialisasi Perda nomor 15 tahun 2009 tentang Perlindungan, Pemberdayaan Pasar Tradisional dan Penataan Pasar Modern Kota Makassar, di Hotel Grand Maleo, Sabtu (29/10/2022).

“Perda ini harus sampai ke semua masyarakat sekitar kita, minimal dalam keluarga sendiri kemudian menyebar ke tetangga dan lingkungan kita,” ujar Anggota Komisi C DPRD Kota Makassar ini.

Dalam perda ini juga, kata Nunung, sudah diatur bagaimana pasar tradisional bisa mendapat perlindungan dan pengembangan bagi perekonomian usaha kecil, menengah dan koperasi sebagai pilar ekonomi.

“Karena itu maka dipandang perlu perlindungan dan pemberdayaan pasar tradisional dan penataan pasar modern, agar pasar tradisional dapat berkembang dan bersaing secara serasi, selaras dan bersinergi ditengah pesatnya pertumbuhan pasar modern di kota Makassar,” jelasnya.

Sementara itu, hadir sebagai narasumber, M Reza dalam paparannya menyampaikan cara yang terbaik untuk menyelaraskan antara pasar tradisional dan pasar modern itu dengan cara mengintegrasikan wisata kuliner.

“Itu salah satu bentuk perlindungannya, tapi pasar tradisional adalah pertahanan ekonomi yang paling utama. Karena kota bisa dilihat dari pasarnya,” katanya.

Hal senada juga disampaikan oleh Puspito Nurgono. Ia menjelaskan saat ini pasar modern sudah tumbuh melampaui pasar tradisional karena memang pasar modern menjamur seperti di kota Makassar, sebut saja para supermarket yang ada di setiap sudut kota.

“Ini mengindikasikan bahwa Makassar tempat pertumbuhan perekonomian, tapi jangan tinggalkan pasar tradisional kita agar para pedagang bisa menyambung hidup lewat para pembeli,” jelas Puspito.

Bahkan, menurutnya, ada perilaku perbedaan antara pasar modern dan tradisional. Kalau pertumbuhan pasar modern distribusinya yang lebih baik, produk yang lengkap, kemudahan dan kenyamanan.

“Tapi kita tidak bisa pungkiri bahwa pasar tradisional itu tidak bisa hilang, karena pasar tradisional adalah tonggak ekonomi kerakyatan,” tutupnya. (*)

Loading

Comments

Baca Lainnya

Dukung Percepatan PSEL, Ketua Fraksi Gerindra Minta Pemkot Makassar Cari Lokasi Alternatif

1 April 2026 - 22:00 WITA

Rapat Paripurna APBD Perubahan 2025 DPRD Makassar Ditunda Akibat Kerusakan Gedung

31 Agustus 2025 - 19:30 WITA

Sambil Menangis, Supratman Rela Pertaruhkan Nyawa Demi Kedamaian Makassar

31 Agustus 2025 - 11:24 WITA

Sekretariat DPRD Kota Makassar Cari Lokasi Alternatif Pasca Kebakaran Gedung

31 Agustus 2025 - 11:02 WITA

Sekretariat DPRD Kota Makassar Cari Lokasi Alternatif Pasca Kebakaran Gedung

29 Agustus 2025 - 10:46 WITA

Trending di DPRD Makassar