Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Daerah

Pulau Barrang Lompo, dari Kumuh Jadi Tangguh

badge-check

					Pulau Barrang Lompo, dari Kumuh Jadi Tangguh Perbesar

BERITA.NEWS, Makassar – Kelurahan Barrang Lompo, Kecamatan Kepulauan Sangkarrang, Kota Makassar dikenal sebagai lokasi kumuh di pesisir pantai. Warga di kelurahan ini kesulitan mendapatkan air bersih, karena air di lokasi berkualitas payau.

Ketika Program Kotaku mengintervensi kelurahan ini dengan kegiatan DFAT, masyarakat memprioritaskan untuk membangun “air siap minum” (Arsinum)  yang menggunakan sistem Sea Water Reverse Osmosis (SWRO).

Arsinum ini menggunakan lima kali penyaringan. Kualitas air yang dihasilkan sudah diuji oleh laboratorium dan diperiksa secara berkala oleh Puskesmas setempat.

Perlengkapan Arsinum ini membutuhkan pemeliharaan secara rutin dan pembiayaan yang memadai. Untuk mengelolanya, telah dibentuk kelompok pemanfaat dan pemelihara (KPP) yang telah berjalan dengan baik dan telah ada aturan bersama terkait penggunaan Arsinum yang ditempel di lokasi.

Baca Juga :  Munafri Pangkas Rp60 Miliar Perjalanan Dinas, Stop Total Randis Baru

Dalam membiayai kegiatan, Arsinum dijual kepada masyarakat dengan harga Rp 10.000 per 3 galon. Sedangkan kepada nelayan, air dijual seharga Rp 200.000 (untuk 12 drum) per kapal, bonus 1 galon air minum. Namun, untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), air digratiskan.

Tidak hanya itu, di Barrang Lompo juga terdapat posko siaga bencana berkolaborasi dengan kelurahan, sekaligus sebagai Posko Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Ada pula pengelolaan Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS-3R) dengan jumlah pengelola dan tenaga kebersihan sebanyak 15 orang, terdiri atas 8 perempuan dan 7 laki-laki. Tim pengelola yang digaji oleh Pemda ini bertugas memilah, membersihkan, menyapu jalan, mengambil dan mengangkut sampah dari rumah warga

Loading

Comments

Baca Lainnya

Munafri Isi WFH Bersama SKPD Pantau Jumat Bersih di Wajo dan Ujung Tanah

24 April 2026 - 14:09 WITA

Sinergi Lingkungan, Polres Maros Tanam Pohon dan Tebar Ribuan Benih Ikan

24 April 2026 - 09:37 WITA

Rutan Masamba Berbenah, Disiplin Pegawai Diperketat Pengamanan Makin Solid

23 April 2026 - 19:45 WITA

Hadiri Rakor Strategi KIE, Wali Kota Munafri Tegaskan Komitmen Atasi Sampah Makassar

23 April 2026 - 19:35 WITA

30 Tahun Berdiri di Atas Fasum, 60 Lapak PKL di Makassar Dibongkar

23 April 2026 - 14:32 WITA

Trending di Makassar