Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

DPRD Makassar

Pentingnya Baca Tulis Al-Quran, HM Yunus: Jadi Syarat Masuk ASN dan Sekolah

badge-check

					Pentingnya Baca Tulis Al-Quran, HM Yunus: Jadi Syarat Masuk ASN dan Sekolah Perbesar

BERITA.NEWS, MAKASSAR – Anggota DPRD Kota Makassar, HM Yunus HJ menilai baca tulis Al-Quran menjadi hal penting untuk diketahui masyakarat. Apalagi sudah menjadi syarat masuk di berbagai instansi.

Misalnya untuk masuk sekolah yang sudah menjadi syarat masuk. Ia menekankan kepada khususnya orangtua untuk mengajarkan anaknya baca tulis Al-Quran sejak dini.

Hal itu disampaikan M Yunus saat menggelar Sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 Tahun 2012 tentang Pendidikan Baca Tulis Al-Quran, di Karebosi Premier, Sabtu (21/5/2022).

“Karena semua itu jenjang pendidikan tidak akan terima kalau tidak tahu baca tulis Al-Quran,” kata M Yunus.

Begitu juga dengan Aparatur Sipil Negara (ASN). Ketua Partai Hanura Makassar ini juga mengatakan bahwa nantinya baca tulis Al-Quran akan ditambahkan dalam ujian.

“Malah nanti itu ada tambahan kalau orang menjadi PNS harus di tes bagi umat Islam. Kalau tidak tahu otomatis tidak lulus,” ucapnya.

Olehnya, Anggota Komisi A Bidang Pemerintahan ini mengajak masyakarat khusunya orangtua untuk lebih intens mengajarkan anaknya terkait baca tulis Al-Quran. Juga memahami maknanya.

Baca Juga :  Kapolrestabes Makassar Tegaskan Tak Ada Keterlibatan TNI dalam Aksi Demo Ricuh

“Karena ini pedoman dan harus dipelajari. Tapi harus ditahu juga tajwid-nya, karena Al-Qur’an itu beda dengan bahasa yang lain. Salah menyebut salah artinya,” tambahnya.

Narasumber sosialiasi dari Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Makassar, Syaifullah Rusmin menyampaikan bahwa baca tulis Al-Quran harus dipahami dengan baik. Tidak sekadar membaca namun tidak paham kandungannya.

“Kita juga baca yang ada terjemahannya. Jangan sampai kita intens baca Al-Quran tapi kita tidak tahu apa kandungannya seperti larangan,” ujarnya.

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemkot Makassar, Mohammad Syarief turut sebagai narasumber. Ia menekankan meski sudah tahu baca tulis Al-Quran, masyakarat diminta tetap terus belajar.

“Cobalah kita baca kembali Al-Quran, apakah kita masih tahu atau tidak. Karena biasanya kita sudah lupa karena jarang membacanya,” ungkap Mohammad Syarief.

Ia menyebut bahwa banyak pegawai Pemkot Makassar yang sudah tidak fasih lagi dalam baca tulis Al-Quran. Hal itu diketahui setelah pihaknya melakukan riset.

“Kita ada program pemerintah kota mengaji. Dan dari hasil riset itu 95 persen sudah lupa bacaannya. Jadi ini penting kita intens membaca Al-Quran,” tukasnya. (*)

Loading

Comments

Baca Lainnya

Pelindo Regional 4 Gelar Pelatihan K3 Umum

27 April 2026 - 16:10 WITA

Hari Otda 2026, Kota Makassar Satu-satunya Pemda Luar Pulau Jawa Berhasil Raih Penghargaan 

27 April 2026 - 13:47 WITA

Kapolrestabes Makassar Tegaskan Tak Ada Keterlibatan TNI dalam Aksi Demo Ricuh

26 April 2026 - 15:08 WITA

Mubes IKA Unhas Momentum Alumni Berkontribusi Untuk Bangsa

26 April 2026 - 12:31 WITA

Tjakap Djiwa Diluncurkan, Aryaduta Makassar Mulai Program Wellness

25 April 2026 - 18:59 WITA

Trending di Makassar