Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Bola

Mbappe dan Lewandoswski Tolak Piala Dunia Dua Tahunan

badge-check

					Arsip - Pesepak bola Finlandia Leo Vaisanen berebut bola dengan pesepak bola Prancis Kylian Mbappe (kanan) dalam laga Kualifikasi Piala Dunia 2022 group D zona Eropa, di Stadion Olimpiade Helsinki, Helsinki, Finlandia, Selasa (16/11/2021). ANTARA FOTO/Reuters-Lehtikuva/hp. Perbesar

Arsip - Pesepak bola Finlandia Leo Vaisanen berebut bola dengan pesepak bola Prancis Kylian Mbappe (kanan) dalam laga Kualifikasi Piala Dunia 2022 group D zona Eropa, di Stadion Olimpiade Helsinki, Helsinki, Finlandia, Selasa (16/11/2021). ANTARA FOTO/Reuters-Lehtikuva/hp.

BERITA.NEWS, Jakarta – Penyerang Prancis Kylian Mbappe dan striker Polandia Robert Lewandowski berkeberatan dengan gagasan Piala Dunia dua tahunan karena kualitas sepak bola akan merosot apabila para pemain dipaksa terlalu banyak bekerja keras dalam turnamen besar yang waktunya singkat.

Gagasan Piala Dunia dua tahunan terus mengemuka saat Presiden FIFA Gianni Infantino mencoba untuk mencari dukungan dari federasi nasional dan dia mengatakan peralihan itu akan menghasilkan tambahan dana senilai 4,4 miliar dolar AS bagi organisasi dunia tersebut.

Namun, proposal tersebut mendapat tentangan keras UEFA (Eropa) dan CONMEBOL (Amerika Selatan) dimana Presiden UEFA Aleksander Ceferin mengancam akan memboikot turnamen.

“Saya bukan siapa-siapa untuk mengatakan apakah itu ide yang baik atau buruk, tetapi pendapat saya adalah Piala Dunia adalah Piala Dunia – itu hal yang istimewa karena diselenggarakan setiap empat tahun,” kata juara Piala Dunia 2018 Mbappe di Globe Soccer Awards, Senin.

“Kami memainkan lebih dari 60 pertandingan dalam setahun. Anda sudah punya Euro, Piala Dunia, sekarang Nations League – ada begitu banyak kompetisi. Kami senang bermain tetapi ketika itu terlalu banyak menjadi tidak baik. Kami harus pulih dan memiliki waktu pula untuk bersantai.”

“Jika orang ingin melihat kualitas dalam permainan, emosi, melihat apa yang membuat sepak bola itu indah, saya pikir kita harus menghormati kesehatan para pemain.”

Sementara itu Lewandowski mengatakan dirinya “bukan penggemar” gagasan bermain Piala Dunia setiap dua tahun dengan alasan beban kerja para pemain.

“Kami memiliki begitu banyak pertandingan setiap tahun, begitu banyak minggu yang sulit, tidak hanya pertandingan tetapi juga persiapan untuk musim, persiapan untuk turnamen besar,” kata striker Bayern Muenchen itu.

“Jika Anda ingin menawarkan sesuatu yang istimewa, sesuatu yang berbeda, kami juga perlu istirahat.”

“Jika mengadakan Piala Dunia setiap dua tahun, maka waktu dan kualitas di mana para pemain sepak bola bermain di level tinggi akan turun… Itu tidak mungkin secara fisik dan mental.” demikian Reuters.

  • ANTARA

Loading

Comments

Baca Lainnya

PSG Tumbang di Kandang, Lyon Curi Kemenangan Berharga di Paris

20 April 2026 - 06:08 WITA

Manchester United Akhiri Kutukan Stamford Bridge, Tiket Liga Champions Kian Dekat

19 April 2026 - 07:32 WITA

Inter Gilas Cagliari 3-0, Scudetto Depan Mata

18 April 2026 - 05:21 WITA

Gol Sunyi di Ujung Laga Exhibition UIAD FC, Jurnalis Sinjai FC Persembahkan Kemenangan Bermakna

17 April 2026 - 21:39 WITA

laga futsal

Menuju Tahta Eropa, Empat Raksasa Saling Jegal Berebut Tiket Final Liga Champions 2026

16 April 2026 - 05:20 WITA

Trending di Bola