BERITA.NEWS, Sinjai – Malam perlahan turun di GOR H. Sabirin Yahya, namun atmosfer di dalamnya justru kian memanas. Sorak-sorai penonton bergema, mengiringi langkah-langkah cepat para pemain yang tak sekadar mengejar bola, tetapi juga harga diri dan kebersamaan.
Dalam laga exhibition memperingati Milad ke-36 Universitas Islam Ahmad Dahlan (UIAD), Jumat malam (17/4/2026), Jurnalis Sinjai FC menorehkan kisahnya sendiri, kisah tentang ketekunan, kejutan, dan satu momen yang mengubah segalanya. Mereka menundukkan UIAD FC dengan skor tipis 1-0, dalam pertandingan yang sarat emosi.

Sejak peluit awal dibunyikan, kedua tim tampil tanpa ragu. UIAD FC, yang bermain di hadapan publiknya sendiri, berusaha mengendalikan ritme permainan.
Umpan-umpan cepat dan tekanan bertubi-tubi dilancarkan, seakan tak ingin memberi ruang bagi lawan bernapas.
Namun, Jurnalis Sinjai FC menjawab dengan ketenangan. Lini belakang mereka berdiri kokoh, mematahkan satu demi satu serangan yang datang.
Waktu terus berjalan, dan babak pertama ditutup tanpa gol, 0-0, tetapi bukan tanpa cerita.
Memasuki babak kedua, tensi pertandingan meningkat. Setiap sentuhan bola terasa lebih berat, setiap peluang terasa lebih berharga.
Sepakan keras silih berganti, namun dewi fortuna seolah masih menahan napas, menunggu momen yang tepat. Dan momen itu akhirnya datang di penghujung laga.
Di saat konsentrasi mulai tergerus oleh waktu, kapten Jurnalis Sinjai FC, Zainal Abidin Ridwan (ZAR), muncul sebagai pembeda.
Dalam ruang yang nyaris tak terlihat, ia melepaskan tendangan terukur tenang, tajam, dan tak terjangkau. Bola meluncur, merobek jala, dan seketika mengubah riuh menjadi ledakan kegembiraan.
Namun bagi ZAR, kemenangan ini bukan sekadar angka di papan skor. Ada makna yang lebih dalam dari sekadar hasil akhir.
“Terima kasih UIAD Sinjai atas undangannya. Ini bukan hanya pertandingan, tapi silaturahmi yang hangat. Kami ingin menunjukkan bahwa jurnalis tidak hanya piawai merangkai kata, tetapi juga siap bertanding di lapangan,” ujarnya dengan nada penuh apresiasi.
Ia pun menyiratkan semangat yang lebih besar ke depan—bahwa laga ini hanyalah awal dari kebersamaan yang lebih luas melalui olahraga.
“Ini jadi sinyal bagi tim-tim lain. Kami terbuka untuk pertandingan berikutnya. Mari bersilaturahmi lewat futsal,” tambahnya.
Di balik kemenangan tipis itu, tersimpan pesan yang tebal tentang persahabatan, sportivitas, dan semangat yang melampaui sekat profesi.
Dan malam itu, di GOR H. Sabirin Yahya, sebuah gol sederhana telah menjelma menjadi penutup yang manis bagi perjalanan panjang Milad UIAD ke-36.
![]()





























