Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Nasional

Sri Mulyani: Defisit APBN November 2021 Turun, Jadi Rp611 Triliun

badge-check

					Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati, Selasa (2/7/2021). ANTARA/HO-Dokumentasi Humas Setkab/pri. Perbesar

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati, Selasa (2/7/2021). ANTARA/HO-Dokumentasi Humas Setkab/pri.

BERITA.NEWS, Jakarta – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menyampaikan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) November 2021 turun menjadi Rp611 triliun dari yang sebesar Rp885,1 triliun pada November 2020.

Defisit terjadi karena realisasi belanja negara yang sebesar Rp2.310,4 triliun melebihi pencapaian pendapatan negara Rp1.699,4 triliun.

“Jadi kita bisa lihat penurunan defisit dibanding tahun lalu itu mencapai 31 persen,” tutur Menkeu Sri Mulyani dalam Konferensi Pers APBN KiTa edisi Desember 2021 secara daring di Jakarta, Selasa (21/12/2021).

Dengan demikian ia menyebutkan rasio defisit APBN terhadap Produk Domestik Burto (PDB) mencapai 3,63 persen atau turun dari yang sebesar 5,73 persen PDB pada tahun lalu.

“Terdapat penurunan lebih dari 2 persen PDB dalam waktu 12 bulan, ini adalah perbaikan kesehatan APBN yang akan kami jaga, sehingga APBN kita bisa diandalkan dalam situasi apapun,” ujar Menkeu Sri Mulyani.

Dengan kondisi defisit tersebut ia menyampaikan realisasi pembiayaan anggaran telah mencapai Rp642,6 triliun atau 63,8 persen dari target APBN yang sebesar Rp1.006,4 triliun.

Realisasi tersebut turun 41,7 persen dari pembiayaan anggaran November 2020 yang mencapai Rp1.101,5 triliun.

Maka dari itu, sisa lebih pembiayaan anggaran (SILPA) pun menurun dari Rp216,4 triliun menjadi Rp31,6 triliun. Selain itu, tercatat keseimbangan primer minus Rp281,8 triliun.

“Jadi ini menggambarkan pemulihan ekonomi dan kerja keras APBN melindungi rakyat dari segi kesehatan untuk masyarakat terkena COVID-19, tenaga kesehatan, vaksinasi, maupun melindungi masyarakat di bidang sosial, hingga bantuan kepada perusahaan, UMKM, dan berbagai dukungan lainnya,” ujar Menkeu Sri Mulyani.

  • ANTARA

Loading

Comments

Baca Lainnya

Lonjakan Harga BBM Tembus Rp23 Ribu/Liter, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

18 April 2026 - 22:09 WITA

bbm

OJK Perkuat Pengawasan Industri PPDP, Dukung Perekonomian Nasional

14 April 2026 - 08:21 WITA

Modus Janjikan Pengaturan Perkara, Empat Oknum Mengaku Pegawai KPK Ditangkap

10 April 2026 - 19:19 WITA

BPKH Salurkan Uang Saku Haji 2026, Jemaah Terima 750 Riyal untuk Kebutuhan di Tanah Suci

10 April 2026 - 15:46 WITA

Bongkar Mafia Narkoba di Balik Jeruji, Menteri Agus: Siap Sikat Tanpa Pandang Bulu

10 April 2026 - 13:59 WITA

Trending di Nasional