Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Nasional

Indonesia Terima Jutaan Vaksin AstraZeneca dan Covovax

badge-check

					Kedatangan vaksin tahap 144 dan 145 berupa AstraZeneca dan Covovax di Bandara Soekarno-Hatta, Kamis (2/12). (ANTARA/HO) Perbesar

Kedatangan vaksin tahap 144 dan 145 berupa AstraZeneca dan Covovax di Bandara Soekarno-Hatta, Kamis (2/12). (ANTARA/HO)

BERITA.NEWS, Jakarta – Indonesia kedatangan jutaan dosis vaksin AstraZeneca dan Covovax melalui dua tahap kedatangan pada Kamis (2/12).

“Lancarnya kedatangan vaksin, membuat upaya percepatan dan perluasan program vaksinasi jadi lebih optimal,” kata Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Usman Kansong, dalam siaran pers, dikutip Jumat (3/12/2021).

Kedatangan vaksin tahap 144 dan 145 berlangsung Kamis (2/12) pukul 22:10 dan 22:40, masing-masing berupa 656.000 dosis AstraZeneca dan 4.865.500 Covovax. Total vaksin yang tiba di Indonesia kemarin adalah 5.521.500 juta dosis dari kedua merk tersebut.

Pengadaan vaksin COVID-19 merupakan salah satu komitmen pemerintah untuk mengamankan ketersediaan vaksin di Indonesia. Selain mendatangkan vaksin, pemerintah juga terus meningkatkan capaian vaksinasi di daerah.

Indonesia mengalami tantangan dalam membangun herd immunity atau kekebalan kelompok lantaran kondisi geografis dan jumlah penduduk yang banyak.

Usman mengatakan butuh kerja sama dan peran serta dari semua elemen agar program vaksinasi nasional ini bisa semakin cepat dan luas. Peran serta dan partisipasi masyarakat dalam hal ini tidak kalah penting.

Pemerintah tidak bosan mengajak seluruh masyarakat segera divaksinasi, tidak perlu pilih-pilih vaksin, karena semua vaksin aman dan berkhasiat.

“Vaksinasi bukan sekadar upaya untuk melindungi diri, melainkan juga untuk melindungi keluarga dan seluruh masyarakat,” kata Usman.

Pemerintah juga terus mendorong pemerintah daerah, terutama yang capaian vaksinasinya masih rendah, untuk mempercepat dan memperluas program vaksinasi terutama untuk kelompok masyarakat rentan seperti kelompok lanjut usia.

“Ayo ikut vaksinasi, ajak orang tua, keluarga, sanak saudara yang belum divaksin,” kata Usman.

“Bersamaan dengan itu, pemerintah tak lupa mengingatkan kepada masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan,” kata Usman.

Usman juga mengingatkan masyarakat untuk tetap menjaga protokol kesehatan, yaitu menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilitas.

  • ANTARA

Loading

Comments

Baca Lainnya

Lonjakan Harga BBM Tembus Rp23 Ribu/Liter, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

18 April 2026 - 22:09 WITA

bbm

OJK Perkuat Pengawasan Industri PPDP, Dukung Perekonomian Nasional

14 April 2026 - 08:21 WITA

Modus Janjikan Pengaturan Perkara, Empat Oknum Mengaku Pegawai KPK Ditangkap

10 April 2026 - 19:19 WITA

BPKH Salurkan Uang Saku Haji 2026, Jemaah Terima 750 Riyal untuk Kebutuhan di Tanah Suci

10 April 2026 - 15:46 WITA

Bongkar Mafia Narkoba di Balik Jeruji, Menteri Agus: Siap Sikat Tanpa Pandang Bulu

10 April 2026 - 13:59 WITA

Trending di Nasional