Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Nasional

158 Pekerja Migran Indonesia Dipulangkan dari Pasifik

badge-check

					Ratusan pekerja migran Indonesia yang dipulangkan dari sejumlah negara Pasifik tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Banten, pada Kamis malam (28/01/2021). (HO-Kemlu RI) Perbesar

Ratusan pekerja migran Indonesia yang dipulangkan dari sejumlah negara Pasifik tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Banten, pada Kamis malam (28/01/2021). (HO-Kemlu RI)

BERITA.NEWS, Jakarta – Sebanyak 158 pekerja migran Indonesia, termasuk yang bekerja sebagai anak buah kapal (ABK), dipulangkan dari beberapa negara Pasifik yaitu Marshal Islands, Papua Nugini, Solomon Islands, dan Fiji.

Mereka tiba dengan selamat di Bandara Soekarno-Hatta pada Kamis malam (28/1), demikian keterangan tertulis Kementerian Luar Negeri RI.

Dari total 158 pekerja tersebut, sejumlah 35 ABK sempat tertahan selama lima bulan di Majuro, Marshal Island, seusai menyelesaikan kontrak kerjanya di kapal ikan berbendera China.

Mereka tidak bisa segera pulang ke Indonesia akibat penerapan kebijakan karantina oleh pemerintah Marshal Islands.

Kondisi yang sama juga dialami oleh 29 pekerja migran Indonesia di Fiji, 15 pekerja di Papua Nugini, serta 78 pekerja di Solomon Islands.

Pada rombongan yang sama, turut dipulangkan jenazah ABK yang meninggal dunia di Fiji akibat kecelakaan kerja di atas kapal berinisial AW.

Misi repatriasi ini dilakukan Kemlu berkoordinasi dengan KBRI Manila, KBRI Port Moresby, dan KBRI Suva. Proses kepulangan dilakukan dengan tetap mengedepankan tanggung jawab perusahaan yang mempekerjakan para ABK.

Dalam proses pemulangan para warga negara Indonesia tersebut, pandemi COVID-19, kebijakan penutupan pelabuhan, terbatasnya akses penerbangan dan tersebarnya pekerja migran yang terjebak di berbagai daerah terpencil di Samudera Pasifik, menjadi tantangan utama.

Selama pandemi, Kemlu telah memfasilitasi pemulangan sebanyak lebih dari 27.064 ABK, baik ABK kapal niaga maupun kapal ikan yang terdampar di luar negeri akibat kebijakan pembatasan mobilitas di banyak negara.

  • ANTARA

Loading

Comments

Baca Lainnya

Lonjakan Harga BBM Tembus Rp23 Ribu/Liter, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

18 April 2026 - 22:09 WITA

bbm

OJK Perkuat Pengawasan Industri PPDP, Dukung Perekonomian Nasional

14 April 2026 - 08:21 WITA

Modus Janjikan Pengaturan Perkara, Empat Oknum Mengaku Pegawai KPK Ditangkap

10 April 2026 - 19:19 WITA

BPKH Salurkan Uang Saku Haji 2026, Jemaah Terima 750 Riyal untuk Kebutuhan di Tanah Suci

10 April 2026 - 15:46 WITA

Bongkar Mafia Narkoba di Balik Jeruji, Menteri Agus: Siap Sikat Tanpa Pandang Bulu

10 April 2026 - 13:59 WITA

Trending di Nasional