Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Daerah

Temukan Segudang Masalah Tinjau TPA Antang, Erwin Aksa: Contoh Wali Kota Gagal Bangun Pengelolaan Sampah Modern

badge-check

					Temukan Segudang Masalah Tinjau TPA Antang, Erwin Aksa: Contoh Wali Kota Gagal Bangun Pengelolaan Sampah Modern Perbesar

BERITA.NEWS, Makassar – Tak hanya sekedar omongan, Erwin Aksa turun langsung membuktikan sejumlah kegagalan Danny Pomanto saat menjabat sebagai
Walikota Makassar 2013-2018 lalu.

Salah satu bukti yang ia tunjukkan yakni pengelolaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah Tamangapa atau biasa disebut TPA Antang, Kecamatan Manggala.

Ketua DPP Partai Golkar ini meninjau langsung TPA Antang dan berdialog dengan pengelola, Minggu (18/10/2020) siang.

Erwin bahkan masuk hingga ke dalam TPA dan menyaksikan timbunan sampah yang menggunung. Juga berdialog dengan pengelola yang tengah bekerja mengeruk sampah dengan alat berat.

“Kenapa ini bisa menumpuk begini Pak? Itu alat keruk tidak cukup yah?,” tanya Erwin kepada salah satu pengelola.

Pertanyaan Erwin ini dijawab Basri, seorang pengelola yang sudah bekerja selama puluhan tahun di TPA Antang dan masih berstatus tenaga kontrak.

“Kalau ini alat pengeruk (escavator) tidak cukup untuk mau kerja ini semua, karena kurang sekali jumlahnya. Tidak sampai 20 unit,” ungkapnya.

Basri yang juga anggota Ikatan Pemulung Indonesia (IPI) itu juga menerangkan bahwa proses pengangkutan sampah tidak berjalan maksimal.

Bahkan terkesan menyulitkan petugas sebab mobil atau truk angkutan ‘Tangkasaki’ yang diprakarsai Danny Pomanto bekerja secara manual.

“Ada 200an truk Tangkasaki tapi tidak bisa mattongkang langsung. Jadi lama dikasi turun itu sampah. Beda kalau kita pakai truk tongkang kan bisa langsung ditumpah. Jadi kadang antre panjang mobil truk di sini kalau malam,” sambungnya.

Menurut dana Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar, volume sampah kota Makassar diperkirakan mencapai 900 sampai 1200 ton per hari.

Bukan hanya itu, Basri menyebut tugas mereka makin berat jika memasuki musim penghujan. Alasannya, area TPA dipenuhi lumpur yang tingginya hingga 20 Cm.

Baca Juga :  Gunakan Fasum Selama 30 Tahun, Lapak PKL di Jalan Tinumbu Bongkar Mandiri

“Kalau hujan itu becek di sini gara-gara lumpur, susah orang kerja. Di situmi biasa banyak truk yang antre panjang sampai luar-luar sana,” tuturnya.

Apa yang disampaikan Basri ini pun menurut Erwin Aksa sebagai gambaran nyata kegagalan Danny Pomanto sebagai Walikota.

Sebab pada tahun 2016 lalu, Danny yang ikut kembali bertarung pada Pemilihan Wali kota Makassar 2020 ini menjanjikan akan membangun TPA modern dengan konsep TPA Bintang Lima.

“Sampai saat ini pengelolaan sampah di sini masih konvensional. Kasian kan teman-teman pengelola sampah tadi kalian sudah dengar mereka mengeluh kalau musim hujan becek, berlumpur dan bau, ada lagi mobil Tangkasaki yang dibangun katanya bisa berkerja secara mekanis tapi ternyata kerja manual sehingga mubazir pemborosan anggaran apakah itu salah desain atau memang tidak memiliki visi yang benar,” ucapnya.

Erwin lebih lanjut menerangkan bahwa kondisi ini pula sebagai gambaran bahwa Pemerintahan kota Makassar sebelumnya tak memiliki visi yang jelas dalam menangani masalah persampahan ini.

“Inilah salah satu contoh bahwa Pemerintah tidak bekerja dengan baik, kalau pemerintahnya berjalan dengan baik ini bisa dikelola, inilah salah satu masalah di kota-kota urban seperti kota Makassar yang harus segera diselesaikan,” tegasnya.

Untuk membangun TPA dengan pengelolaan yang baik dan modern lanjut Erwin tidaklah begitu sulit jika Pemerintahnya paham dan ingin membuka diri untuk investasi dari pihak swasta.

Menurutnya Pemerintah Daerah atau Pemerintah kota Makassar dengan mengandalkan APBD yanh hanya berkisar Rp 4 triliyun tak mampu membangun sendiri TPA modern.

“Sehingga membangun TPA itu harus menggandeng swasta terus kan ada Perpres yang memberikan jaminan bahwa setiap ton sampah yang dikelola oleh TPA itu dibayar Rp 500 ribu nah kalau Pemdanya tidak sanggup dibantu oleh APBN dan itu sudah ada. Tapi karena manajemen yang tidak baik, tak mampu mengelola dengan baik TPA bintang 5 yang dimimpikan itu tidak pernah terjadi, tidak terwujud,” tutupnya.(*)

Loading

Comments

Baca Lainnya

FGD Pengelolaan Sampah Makassar, DLH Siapkan Skema Sanitary Landfill

19 April 2026 - 20:20 WITA

Tak Lagi Gelap, 40 Lampu Solar Cell Terangi Kepulauan Makassar

19 April 2026 - 15:27 WITA

Panitia Ajak Alumni di Seluruh Indonesia Meriahkan Mubes IKA Unhas

18 April 2026 - 21:55 WITA

Waspada! Nama Wawali Makassar Aliyah Dicatut untuk Penipuan

18 April 2026 - 16:01 WITA

Mensos RI Tinjau Fasilitas Sekolah Rakyat MA 26 Makassar

18 April 2026 - 14:18 WITA

Trending di Makassar