Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Pemprov Sulsel

Pemprov Sulsel Teken Pinjaman Lagi, Kali Ini Sebanyak Rp 1,38 Triliun

badge-check

					Gubernur Sulsel teken pinjaman uang dari PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero). Perbesar

Gubernur Sulsel teken pinjaman uang dari PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero).

BERITA.NEWS, Makassar – Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah (NA) teken perjanjian pinjaman daerah Pemprov Sulsel secara sirkuler, nilainya Rp 1,38 triliun sebagai tambahan dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Pemprov Sulsel resmi mengambil uang pinjaman dari PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) merupakan perusahaan badan usaha milik negara (BUMN) di bawah koordinasi Kementerian Keuangan. BUMN ini memberikan bantuan pembiayaan seperti infrastruktur.

Sebelumnya, Pemerintah Pusat juga telah menempatkan dana uang pinjaman untuk PEN di sektor perbankan di Bank Sulselbar senilai Rp1 triliun pada Selasa (13/10/2020) kemarin.

Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah (NA) mengatakan Pemprov dengan dukungan Pemerintah Pusat terus berupaya melakukan percepatan pemulihan pasca pandemi Covid-19, dari sisi pelayanan kesehatan, kehidupan sosial dan pemulihan ekonomi.

Baca Juga :  SPMB Sulsel 2026, Disdik Berlakukan Jalur Domisili Radius Zona 1 dan 2

“Insya Allah kami akan maksimalkan amanah ini. Tentunya dengan berharap bimbingan untuk optimalisasi penyelenggaraan program pemulihan ekonomi nasional,” ucapnya di Rujab Gubernur, Rabu (14/10/2020).

Menurutnya, Sulsel menjadi salah satu provinsi di KTI selama ini memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Hanya saja hadirnya pandemi Covid-19 ini memberikan tekanan terhadap sektor perekonomian daerah.

“Kami sejak awal pandemi telah mendorong dengan maksimal berbagai kegiatan infrastruktur yang bersumber dari APBD. Namun, sangat dapat dipahami bahwa refocusing dan relokasi anggaran menjadi kewajiban kita semua bukan saja pemerintah daerah tetapi juga pemerintah pusat juga melakukan hal yang sama,” sebutnya.

Meski begitu, dimasa pandemi ini Sulsel disebutnya mengalami kontraksi di sektor pertanian tetap tumbuh di atas 2,4 persen dengan kontribusi 24,81 persen, ekspor tumbuh 11,17 persen begitupun konsumsi listrik tumbuh 4 persen.

. ANDI KHAERUL

Loading

Comments

Baca Lainnya

SPMB Sulsel 2026, Disdik Berlakukan Jalur Domisili Radius Zona 1 dan 2

23 April 2026 - 17:56 WITA

Gubernur Sulsel Temui Menteri PU RI dengan Daftar Usulan Infrastruktur, Stadion hingga Ruas Seko Lutra

22 April 2026 - 08:23 WITA

Jufri Rahman Ingatkan Petuah Bijak Dorong Literasi saat Sambangi UPT Kearsipan Sulsel

21 April 2026 - 18:26 WITA

Mensos RI Kumpulkan Para Kadis Sosial se-Sulsel Ingatkan Pemuktahiran Data PKH

18 April 2026 - 20:52 WITA

Pemprov Kebut Pengaspalan Ruas Aroepala Malam Hari, Atasi Keluhan Debu

18 April 2026 - 09:36 WITA

Trending di Pemprov Sulsel