Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Pilkada

Ada 214 TPS Sangat Rawan di Pilkada Sulawesi Tengah

badge-check

					Kepala Polda Sulawesi Tengah, Inspektur Jenderal Polisi Abdul Rakhman Baso. ANTARA/HO-Humas Polda Sulawesi Tengah Perbesar

Kepala Polda Sulawesi Tengah, Inspektur Jenderal Polisi Abdul Rakhman Baso. ANTARA/HO-Humas Polda Sulawesi Tengah

BERITA.NEWS, Palu – Wakil Kepala Polda Sulawesi Tengah, Brigadir Jenderal Polisi Nurwindiyanto, mengatakan terdapat 214 TPS di sana yang dikategorikan sangat rawan pada Pilkada 2020.

“Dari total sebanyak 6.296 TPS, sebanyak 5.043 dengan kriteria TPS aman, sebanyak 1.033 dengan kriteria TPS rawan, 214 TPS kriteria sangat rawan dan enam dengan kriteria TPS khusus,” kata Nurwindiyanto usai peninjauan Pasukan Operasi Mantap Praja Tinombala 2020 di Markas Polda Sulawesi Tengah, di Palu, Senin (7/9/2020).

Ia mengatakan, untuk mengamankan pelaksanaan Pilkada di Sulawesi Tengah, aparat keamanan yang diturunkan berjumlah 19.085 petugas gabungan polisi, TNI, dan perlindungan masyarakat.

Ia menjelaskan, ada empat kategori keamanan TPS di sana, yaitu TPS aman, TPS rawan, TPS sangat rawan, dan TPS khusus.

Adapun pola pengamanan mereka adalah untuk TPS aman dijaga dua polisi dan delapan Linmas, dan mereka menjaga empat TPS; TPS rawan dijaga dua polisi dan empat Linmas, dan mereka menjaga dua TPS; TPS sangat rawan dijaga dua polisi dan dua Linmas di tiap TPS; TPS khusus dua polisi, satu Linmas untuk menjaga empat TPS.

“Sulawesi Tengah nomor dua untuk indeks kerawanan Pilkada se Indonesia,” kata dia.

Di tempat terpisah, Kepala Polda Sulawesi Tengah, Inspektur Jenderal Polisi Abdul Baso, mengatakan, faktor geofragis merupakan salah satu indikator TPS rawan di sana. “Kalau TPS-nya jauh dan logisltik lambat, itu menjadi rawan,” ujarnya.

Ia menyebut potensi kerawanan selanjutnya di sana juga bercermin dari pemilihan umum sebelumnya yakni pemilihan presiden dan pemilihan legislatif.

Sementara Komandan Korem 132/Tadulako, Brigadir Jenderal TNI Farid Makruf, menegaskan tugas pokok personel TNI untuk membantu polisi memberikan pengamanan saat Pilkada.

“Jika menemukan kecurangan di TPS, kami akan melaporkan ke polisi,” katanya.

Operasi Mantap Praja Tinombala dimulai 3 September 2020 hingga tahapan pelantikan kepala daerah terpilih hasil Pilkada 2020 yakni Pilkada tingkat provinsi dan delapan Pilkada kabupaten/kota.

. ANTARA

Loading

Comments

Baca Lainnya

Dua Partai Besar di Bulukumba Setuju Pilkada Dipilih DPRD, PPP Langsung Pasang Badan Tolak

2 Januari 2026 - 17:01 WITA

pilkada

Laskar Sinjai Dukung Wacana Pilkada Lewat DPRD demi Efisiensi dan Minim Konflik

31 Desember 2025 - 21:54 WITA

pemilu

Sidang Sengketa Pilkada Jeneponto Ditunda, Putusan MK Dijadwalkan 24 Februari

13 Februari 2025 - 22:00 WITA

mahkamah-konstitusi

Ini Isi Pidato Singkat Andi Edy Manaf Usai Ditetapkan sebagai Wabup Terpilih di Pilkada Bulukumba

6 Februari 2025 - 16:24 WITA

kpu-bulukumba

KPU Bulukumba Tetapkan Andi Muchtar Ali Yusuf-Andi Edy Manaf sebagai Bupati dan Wakil Bupati Terpilih

6 Februari 2025 - 00:15 WITA

kpu-bulukumba
Trending di Pilkada