Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Pilkada

Dua Partai Besar di Bulukumba Setuju Pilkada Dipilih DPRD, PPP Langsung Pasang Badan Tolak

badge-check

					Ilustrasi Pilkada, (Foto: ICW/ Int) Perbesar

Ilustrasi Pilkada, (Foto: ICW/ Int)

BERITA.NEWS, Bulukumba — Dua partai besar di Bulukumba, Gerindra dan Golkar, kompak memberikan sinyal kuat bahwa mereka siap mendukung wacana Pilkada dipilih lewat DPRD, bukan lagi melalui pemilihan langsung.

Dukungan itu disebut sebagai bentuk loyalitas terhadap kebijakan DPP partai di tingkat pusat.

“Kalau Gerindra itu, kita tegak lurus dengan sikap DPP. Saya sebagai kader tentu mendukung pernyataan Sekjen kami,” tegas Ketua Gerindra Bulukumba, Syahruni Haris, Jumat (2/1/2026).

Menurutnya, wacana pengembalian mekanisme Pilkada ke DPRD tidak lepas dari faktor anggaran Pilkada yang terus membengkak.

Ia mengungkapkan, dana hibah APBD untuk Pilkada 2015 hampir mencapai Rp7 triliun, sementara pada Pilkada 2024 justru melonjak melampaui Rp37 triliun.

Hal inilah yang disebut sebagai salah satu alasan kuat dorongan agar Pilkada dilakukan melalui perwakilan di DPRD.

Nada serupa datang dari Golkar Bulukumba. Sekretaris Golkar, Arkam Bohari, menegaskan bahwa kader daerah harus tunduk pada keputusan politik partai di pusat.

“Kalau ini merupakan perjuangan DPP Golkar untuk diundangkan, maka wajib hukumnya bagi kami mendukung dan mensukseskannya,” ujarnya.

Golkar menilai, mekanisme Pilkada lewat DPRD dipandang lebih efisien serta dapat mengurangi potensi konflik sosial di masyarakat.

Namun sikap tersebut tidak berlaku bagi PPP Bulukumba.

Partai berlambang Ka’bah itu justru menolak keras Pilkada di DPRD dan tetap mendukung sistem pemilihan langsung oleh rakyat.

“Demokrasi harus tetap berada di tangan rakyat. Kalau hanya dipilih elit, hubungan emosional calon dengan masyarakat tidak akan pernah mengakar,” tegas Ketua PPP Bulukumba, Vikra Zulfikar Askar.

PPP menilai, wacana Pilkada DPRD justru berpotensi menjadi kemunduran demokrasi, karena aspirasi publik tak lagi tersampaikan secara langsung.

Perbedaan sikap antarpartai ini diprediksi bakal menjadi perdebatan politik panas di tingkat daerah maupun nasional.

Loading

Comments

Baca Lainnya

Laskar Sinjai Dukung Wacana Pilkada Lewat DPRD demi Efisiensi dan Minim Konflik

31 Desember 2025 - 21:54 WITA

pemilu

Sidang Sengketa Pilkada Jeneponto Ditunda, Putusan MK Dijadwalkan 24 Februari

13 Februari 2025 - 22:00 WITA

mahkamah-konstitusi

Ini Isi Pidato Singkat Andi Edy Manaf Usai Ditetapkan sebagai Wabup Terpilih di Pilkada Bulukumba

6 Februari 2025 - 16:24 WITA

kpu-bulukumba

KPU Bulukumba Tetapkan Andi Muchtar Ali Yusuf-Andi Edy Manaf sebagai Bupati dan Wakil Bupati Terpilih

6 Februari 2025 - 00:15 WITA

kpu-bulukumba

Tasming Hamid-Hermanto Resmi Ditetapkan sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Parepare

5 Februari 2025 - 23:08 WITA

Trending di Pilkada