Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Internasional

Gaza “Lockdown” 48 Jam Usai Kasus COVID-19 Pertama di Luar Pusat Karantina

badge-check

					Anggota pasukan keamanan Hamas Palestina memakai alat pelindung diri sebagai pencegahan penularan virus corona (COVID-19), di perbatasan Rafah, selatah Jalur Gaza, Selasa (11/8/2020). ANTARA FOTO/REUTERS/Ibraheem Abu Mustafa/HP/djo Perbesar

Anggota pasukan keamanan Hamas Palestina memakai alat pelindung diri sebagai pencegahan penularan virus corona (COVID-19), di perbatasan Rafah, selatah Jalur Gaza, Selasa (11/8/2020). ANTARA FOTO/REUTERS/Ibraheem Abu Mustafa/HP/djo

BERITA.NEWS, Gaza – Otoritas Gaza mengumumkan penutupan wilayah, atau lockdown, selama 48 jam usai terkonfirmasi kasus COVID-19 pertama di luar pusat karantina, Senin (24/8), yang terjadi pada empat pasien di kamp pengungsi.

“Jam malam total akan diberlakukan mulai tengah malam dan di seluruh wilayah jalur Gaza,” kata Salama Marouf, ketua kantor media pemerintah, yang menambahkan bahwa kasus-kasus itu muncul di Gaza bagian tengah.

Dengan kabar yang menyebar, masyarakat Gaza banyak yang pergi ke toko dan pasar untuk membeli persediaan makanan dan barang kebersihan. Kendaraan polisi juga berkeliling dan membuat pengumuman lewat pengeras suara, meminta warga mematuhi aturan jam malam.

Otoritas kesehatan Gaza menyebut bahwa keempat kasus diketahui usai seorang perempuan berpergian ke Tepi Barat, di mana ia teruji positif COVID-19.

Juru bicara otoritas kesehatan meminta siapa saja yang mengunjungi sebuah toko swalayan di luar sebuah rumah sakit di Gaza tengah untuk melakukan karantina mandiri dan segera melapor kepada tim medis.

Sebelum kasus ini, Gaza, yang berpenduduk dua juta orang Palestina, belum melaporkan satu pun kasus di luar pusat-pusat karantina. Para pendatang harus menjalani karantina selama 21 hari di pusat karantina atas aturan yang dikeluarkan oleh Hamas.

Wilayah jalur sepanjang 40 kilometer yang diapit oleh Israel di utara dan timur serta Mesir di selatan itu dikuasai oleh kelompok Hamas. Baik Israel maupun Mesir menerapkan pembatasan pergerakan, yang mereka sebut dilakukan atas perhatian terhadap Hamas.

Karena itu, sebagian besar warga Gaza hanya mempunyai sedikit akses ke luar wilayahnya selama bertahun-tahun karena adanya blokade tersebut, yang banyak pihak bandingkan dengan penguncian wilayah secara permanen.

“Terjadinya kasus ini di tengah tantangan pada sistem kesehatan yang ada menjadi perhatian kami,” kata dr. Ayadil Saparbekov, Kepala Tim Kedaruratan Kesehatan lokal dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

“Kami telah menambah dukungan kami sebelum hal ini muncul dengan menyediakan peralatan kesehatan dan alat pelindung diri serta alat uji laboratorium,” kata dia menambahkan.

. REUTERS/ANTARA

Loading

Comments

Baca Lainnya

Harapan Damai di Ujung Tanduk, Pembicaraan AS–Iran Terhenti di Islamabad

12 April 2026 - 13:07 WITA

Iran Kunci Selat Hormuz di Tengah Perang, Janji Dibuka Usai Konflik

11 April 2026 - 10:13 WITA

Erdogan Menang Pilpres, Pimpin Turki Hingga 2028

29 Mei 2023 - 10:12 WITA

Indonesia Bekuk Thailand 5 – 2 di Final, Raih Emas Setelah 32 Tahun

16 Mei 2023 - 23:30 WITA

Andalan Pakai Baju Adat Jadi Pembicara di Forum UNESCO

22 Februari 2023 - 14:44 WITA

Trending di Internasional