Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Daerah

Wagub Sulsel dan Bupati Luwu Video Conference Laporkan Perkembangan Penanganan Covid-19

badge-check

					Wagub Sulsel dan Bupati Luwu Video Conference Laporkan Perkembangan Penanganan Covid-19 Perbesar


BERITA.NEWS, Luwu – Bupati Luwu, H Basmin Mattayang, yang sekaligus bertindak selaku Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19) melakukan percakapan dengan Wakil Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman melalui Video Conference di aula pertemuan rumah jabatan Bupati, di Kelurahan Pammanu Kecamatan Belopa Utara, Jum’at (3/4/2020)

Kegiatan Video Conference ini merupakan agenda rutin setiap minggunya yang dilakukan oleh Gubernur dan Wakil Gubernur bersama Bupati/Walikota Se Sulawesi Selatan dalam rangka mengetahui perkembangan penanganan pencegahan penyebaran Covid-19 diseluruh daerah di Sulawesi Selatan.

“Saya berharap pertemuan hari ini Bupati/Walikota se Sulsel dapat melaporkan perkembangan penanganan pencegahan penyebaran Covid-19 didaerah masing-masing termasuk langkah apa saja yang dilakukan serta melaporkan dampak ekonomi dan sosial yang disebabkan dari penyebaran Covid-19 ini,” kata Andi Sudirman Sulaiman.

Diberi waktu hanya 3 menit, Bupati Luwu kembali melaporkan data-data hasil pengamatan dan pengawasan pergerakan manusia yang keluar masuk di Kabupaten Luwu serta langkah-langkah yang telah diambil Tim Gugus Tugas.

“Pak Wakil Gubernur yang saya hormati, ijinkan saya melaporkan data Self Monitoring atau pengawasan terhadap orang yang baru saja datang dari daerah yang terdampak Covid-19, baik itu dari dalam maupun luar negeri yang berjumlah 2.082 orang, data Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 85 orang dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) 1 orang”, jelas H Basmin Mattayang.

Untuk PDP, warga yang berasal dari kecamatan Bua, telah dirawat di RSUD Sawerigading Palopo dengan hasil Swab menunjukkan bahwa pasien tersebut dinyatakan negatif dan telah sembuh sehingga saat ini diijinkan pulang ke rumah yang selanjutnya melakukan karantina mandiri dan dalam pengawasan Tim Medis Puskesmas Bua.

Baca Juga :  Lapas Palopo Edukasi Warga Binaan Lewat Sosialisasi KUHP Baru

Selanjutnya, Bupati Luwu juga melaporkan langkah-langkah yang telah dilakukan Pemerintah Kabupaten Luwu dan Tim Gugus Tugas, seperti membentuk Tim Gugus Tugas ditingkat Kecamatan dengan melibatkan Danramil, Kapolsek, Kepala Puskesmas, Lurah, Kepala desa, Babinsa, Babinkamtibmas, Kepala Dusun, Kepala Lingkungan serta melibatkan pula Tokoh Agama, Tokoh Wanita, Tokoh Pemuda dan Organisasi Kemasyarakatan.

“Pemerintah Kabupaten Luwu juga telah bersinergi dengan berbagai elemen masyarakat, ormas, pemuka agama, serta organisasi pemuda lainnya untuk memproduksi masker, cairan disinfektan, bahkan hand sanitizer. Di tingkat desa juga sudah ada Kepala Desa yang secara swadaya bersama aparat di desanya membantu memutus mata rantai Pandemi Covid-19.” ungkap H Basmin Mattayang

Bukan hanya melalui tatap muka, himbauan dan edukasi tersebut juga dilakukan melalui media videotron dan pembagian leaflet kepada masyarakat. Disamping itu pula, pemantauan dan pengawasan terus ditingkatkan terhadap orang-orang yang baru datang dari daerah yang terpapar Covid-19, baik di perbatasan kabupaten Luwu maupun di Desa tempat mereka tinggal.

“Tak kalah pentingnya, pemerintah terus berupaya mengadakan Alat Pelindung Diri bagi petugas dilapangan khususnya bagi para tenaga medis di Puskesmas dan Rumah Sakit”, kata H Basmin Mattayang.

Terkait diberlakukannya beberapa kebijakan pemerintah Daerah, Bupati Luwu juga melaporkan dampak sosial dan ekonomi yang dirasakan oleh masyarakat terutama pelaku ekonomi kecil, sehingga pemerintah tidak menutup warung atau rumah makan melainkan hanya membatasi waktu buka hingga pukul 20.00 Wita.

“Dengan adanya Covid-19 ini, sangat berdampak pada kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat, sehingga pemerintah daerah perlu mengambil kebijakan yang tidak menambah kesusahan dan beban masyarakat, pemerintah daerah telah berupaya menjaga kestabilan harga bahan pokok, menjaga persediaan pangan hingga bulan Mei serta bagi penerima bantuan langsung melalui Program Keluarga Harapan (PKH) tetap berjalan seperti biasa”, kata H Basmin Mattayang.

Loading

Comments

Baca Lainnya

Lapas Palopo Edukasi Warga Binaan Lewat Sosialisasi KUHP Baru

17 April 2026 - 18:47 WITA

Komitmen Tanpa Kompromi, Rutan Masamba Ikrar Bersih dari Narkoba dan Handphone

17 April 2026 - 12:43 WITA

Waspada El Nino, Kapolres Maros Serukan Siaga Kekeringan dan Kebakaran Hutan

15 April 2026 - 09:38 WITA

Kapolres Maros Dukung Gerakan Pangan, IKA PMII Siap Garap Lahan di Mallawa

14 April 2026 - 17:00 WITA

Rutan Masamba Diklaim Konsisten Razia, Aktivis Bantah Dugaan Pembiaran

14 April 2026 - 15:10 WITA

Trending di Daerah