BERITA.NEWS, Sinjai — Suasana haru menyelimuti Aula Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Sinjai, Sabtu (2/5/2026) pagi. Di tengah kebahagiaan yang terpancar, terselip kenyataan pahit, dari ribuan pendaftar, hanya 44 jemaah calon haji (JCH) asal Sinjai yang akhirnya bisa berangkat tahun ini.
Pelepasan yang dipimpin langsung oleh Bupati Sinjai, Dra. Hj. Ratnawati Arif, menjadi momen penuh emosi. Isak tangis keluarga mengiringi langkah para jemaah yang bersiap menuju Asrama Haji Sudiang Makassar.

Di hadapan para jemaah dan tamu undangan, Bupati Ratnawati menyampaikan pesan yang menggugah.
Ia menegaskan bahwa ibadah haji bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan panggilan suci yang menuntut keteguhan iman, kesabaran, dan keikhlasan.
“Ibadah haji adalah panggilan suci yang tidak semua orang bisa dapatkan. Laksanakan dengan hati tulus dan penuh kesungguhan,” ujarnya penuh makna.
Tak hanya itu, ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersamaan selama di Tanah Suci.
Menurutnya, perbedaan kondisi antarjemaah justru menjadi ujian kekompakan dan kepedulian satu sama lain.
Namun di balik suasana haru tersebut, tersimpan fakta yang mengejutkan. Kepala Kantor Kemenhaj Sinjai, Hj. Kamriati Anies, mengungkapkan bahwa kuota haji tahun ini mengalami penurunan drastis.
Jika sebelumnya mencapai 224 orang, kini hanya tersisa 44 orang akibat kebijakan baru pembagian kuota. Sementara itu, jumlah pendaftar justru membludak hingga 6.089 orang.
Artinya, sebanyak 6.045 calon jemaah lainnya harus bersabar menanti giliran yang entah kapan tiba.
“Ini menjadi tantangan besar bagi kami, karena daftar tunggu masih sangat panjang,” ungkapnya.
Dari 44 jemaah yang berangkat, mayoritas berasal dari Kecamatan Sinjai Utara. Sementara sisanya tersebar di beberapa kecamatan lain dengan jumlah yang jauh lebih sedikit.
Tak hanya jemaah, Pemerintah Kabupaten Sinjai juga memberangkatkan enam petugas pendamping untuk memastikan seluruh rangkaian ibadah berjalan lancar dan aman.
Di tengah keterbatasan kuota dan panjangnya antrean, keberangkatan 44 JCH ini menjadi simbol harapan sekaligus pengingat bahwa kesempatan berhaji adalah nikmat yang sangat langka dan tidak datang dua kali bagi semua orang.
Penulis: Thatang
![]()





























