BERITA.NEWS, Parepare — Di tengah ancaman fenomena El Nino yang diprediksi berlangsung hingga enam bulan ke depan, kabar mengejutkan datang dari Perum Bulog Cabang Parepare.
Alih-alih kekurangan, stok beras di wilayah ini justru melimpah hingga membuat gudang kewalahan menampung.

Kepala Cabang Bulog Parepare, Rahmi Mangerang, memastikan bahwa ketersediaan beras saat ini berada dalam kondisi sangat aman, bahkan jauh melebihi kebutuhan masyarakat.
“Saat ini, kami memiliki stok beras sebanyak 150.000 ton. Sementara penyaluran kami setiap bulannya hanya sekitar 700 ton,” ujar Rahmi, Rabu (29/04/2026).
Jumlah penyaluran tersebut, lanjutnya, sudah mencakup program Bantuan Pangan (Bampang) serta Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
Jika dihitung berdasarkan stok yang tersedia, beras yang dimiliki Bulog Parepare saat ini mampu memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah Parepare dan Barru hingga 200 bulan ke depan, atau setara kurang lebih 17 tahun.
“Stok saat ini sudah sangat berlebih untuk kebutuhan lokal. Bahkan kami telah mengusulkan agar dilakukan pergeseran atau penyaluran ke daerah lain di Indonesia yang membutuhkan,” jelasnya.
Melimpahnya stok beras ini ternyata membawa konsekuensi tersendiri. Gudang milik Bulog Parepare kini tak lagi mampu menampung seluruh cadangan yang ada.
Untuk mengatasi hal tersebut, Bulog terpaksa melakukan optimalisasi penyimpanan dengan menyewa serta meminjam gudang milik mitra.
“Ketersediaan beras sebanyak 150.000 ton itu berada di gudang Bulog maupun gudang yang kami sewa atau pinjam pakai. Karena gudang kami sudah penuh semua,” ungkap Rahmi.
Ia menyebutkan, saat ini terdapat 16 unit gudang tambahan yang digunakan, tersebar di wilayah Kabupaten Pinrang dan Sidrap.
“Ada sebanyak 16 unit gudang yang kami sewa atau pinjam pakai,” singkatnya.
Selain memenuhi kebutuhan lokal, Bulog Parepare juga memiliki peran strategis sebagai penyangga pasokan beras untuk kawasan Indonesia Timur, termasuk wilayah Maluku, Papua, dan Nusa Tenggara Timur (NTT).
Dengan kondisi ini, masyarakat diharapkan tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan beras meskipun fenomena Elnino tengah berlangsung.
Penulis: Wahyu AS
![]()





























