Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Bulukumba

Petani Bulukumba Mulai Cemas! 2.000 Hektare Sawah Terancam Kering

badge-check

					Sawah Petani Mulai Dilanda Kekeringan. [Foto: Berita.News/ Ilustrasi] Perbesar

Sawah Petani Mulai Dilanda Kekeringan. [Foto: Berita.News/ Ilustrasi]

BERITA.NEWS, Bulukumba — Ancaman kekeringan akibat fenomena El Nino mulai membuat petani di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, dilanda kekhawatiran.

Ribuan hektare sawah disebut-sebut berpotensi mengalami gagal panen jika kondisi ini terus berlanjut.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Bulukumba, Andi Trismiati, mengungkapkan bahwa tidak semua lahan persawahan di daerah tersebut memiliki sistem irigasi yang memadai.

Kondisi ini membuat sebagian besar petani hanya bergantung pada curah hujan.

“Sebagian sawah kita adalah tadah hujan. Kalau tidak turun hujan, sangat rawan kekeringan,” ujarnya, Sabtu (25/4/2026).

Data mencatat, sekitar 2.074,64 hektare sawah tadah hujan berpotensi terdampak serius.

Sementara itu, total luas sawah di Bulukumba mencapai 22.991,33 hektare, dengan 20.916 hektare di antaranya merupakan sawah beririgasi.

Wilayah yang paling rawan mengalami kekeringan tersebar di beberapa kecamatan, seperti Kajang, Herlang, Bontotiro, dan Bontobahari. Namun, ancaman serupa juga mengintai wilayah lain seperti Gantarang.

Tak tinggal diam, pihak dinas pun mengimbau petani untuk bergerak cepat.

Baca Juga :  Usai Rakor di Jakarta, Bulukumba Dapat Bantuan 10 Ton Benih Padi Dari Kementan

Mereka diminta segera melakukan penanaman pasca panen dengan menggunakan varietas padi berumur pendek guna menghindari puncak musim kemarau yang diperkirakan terjadi pada Juli hingga Agustus.

“Kalau tanam lebih cepat, peluang selamat dari kekeringan lebih besar,” jelas Trismiati.

Selain itu, para penyuluh pertanian juga diminta untuk bersiaga dengan menyiapkan pompa air di tingkat desa dan kecamatan, khususnya untuk membantu petani di wilayah rawan.

Saat ini, sebagian petani di Bulukumba telah memasuki masa panen, sementara lainnya baru akan memulai. Meski diprediksi hanya terdampak El Nino ringan, kewaspadaan tetap menjadi kunci.

Di sisi lain, kondisi berbeda justru diperkirakan terjadi di sejumlah daerah lain di Sulawesi Selatan seperti Jeneponto, Gowa, dan Takalar yang diprediksi akan merasakan dampak El Nino lebih panjang.

Seorang petani di Kalimessang Nawir mengungkapkan, masalah kekeringan sebenarnya sudah menjadi persoalan rutin setiap musim panen kedua. Hal ini disebabkan keterbatasan jangkauan irigasi serta menurunnya debit air sungai.

“Setiap tahun begitu, air tidak sampai ke sawah. Akhirnya sering gagal panen,” keluhnya.

Dengan kondisi tersebut, ancaman El Nino tahun ini menjadi peringatan serius bagi sektor pertanian di Bulukumba. Jika tidak diantisipasi dengan baik, bukan tidak mungkin kerugian besar akan dialami para petani.

 

Penulis: Syarif

Loading

Comments

Baca Lainnya

Sentuhan Kemanusiaan Lapas Bulukumba, Keluarga Warga Binaan Terima Bantuan

24 April 2026 - 19:32 WITA

warga binaan

Pantai Merpati “Menjerit” Sampah, Polisi Turun Tangan Bersihkan Pesisir Bulukumba

24 April 2026 - 18:26 WITA

jumat bersih

Usai Rakor di Jakarta, Bulukumba Dapat Bantuan 10 Ton Benih Padi Dari Kementan

23 April 2026 - 21:35 WITA

bantuan

Antisipasi Kekeringan Ekstrem, Pemkab Bulukumba Perkuat Kesiapsiagaan Pertanian

21 April 2026 - 21:33 WITA

kekeringan

Hari Pertama Bertugas, Kalapas Bulukumba Sambangi Kejari hingga Polres

20 April 2026 - 19:47 WITA

silaturahmi
Trending di Bulukumba