BERITA.NEWS, Sinjai — Suasana hening dini hari di Jalan Udang (Tappe’e), Kecamatan Sinjai Utara, Kabupaten Sinjai, mendadak berubah menjadi kepanikan.
Kobaran api yang muncul sekitar pukul 03.30 WITA, Senin (13/4/2026), melalap empat unit rumah panggung milik warga saat sebagian besar masih terlelap.

Api dengan cepat membesar dan menjalar dari satu rumah ke rumah lainnya.
Material bangunan yang didominasi kayu membuat si jago merah tak terbendung dalam waktu singkat.
Warga sekitar yang terbangun langsung berhamburan keluar rumah, berusaha menyelamatkan diri dan barang berharga seadanya.
Empat rumah yang terbakar diketahui milik Arman (43), Abd Kadir (49), Fina (35), dan Nunu (21).
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, peristiwa ini meninggalkan kerugian besar bagi para korban.
Sejumlah harta benda dilaporkan ikut hangus terbakar, termasuk empat unit rumah panggung dan emas seberat 35 gram.
Total kerugian diperkirakan mencapai Rp500 juta.
Petugas pemadam kebakaran yang tiba di lokasi berjibaku memadamkan api agar tidak merembet ke rumah lain di sekitar permukiman padat tersebut.
Setelah beberapa waktu, api akhirnya berhasil dikendalikan.
Kasat Pol PP dan Damkar Sinjai, Agung Budi Prayogo, menjelaskan bahwa dugaan sementara penyebab kebakaran berasal dari arus pendek listrik di salah satu rumah warga.
“Dari hasil penanganan di lapangan dan keterangan awal, kebakaran diduga dipicu oleh korsleting listrik. Kondisi rumah panggung berbahan kayu serta jarak antar bangunan yang berdekatan membuat api cepat menyebar,” ujarnya.
Agung juga menegaskan bahwa pihaknya bergerak cepat setelah menerima laporan warga, sehingga api tidak meluas ke area yang lebih besar.
“Kami langsung menurunkan personel begitu menerima laporan. Alhamdulillah api berhasil kami kendalikan dan tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,” tambahnya.
Ia turut mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran, khususnya terkait instalasi listrik di rumah.
“Kami mengingatkan warga untuk rutin memeriksa instalasi listrik dan tidak menggunakan peralatan yang berpotensi menimbulkan korsleting. Kewaspadaan sangat penting untuk mencegah kejadian serupa,” tutup Agung.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa kebakaran bisa terjadi kapan saja, bahkan saat sebagian besar orang tengah terlelap.
Warga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan guna meminimalisir risiko kebakaran di lingkungan permukiman.
Penulis: Thatang
![]()





























