BERITA.NEWS, Sinjai — Aksi teror di jalan raya kembali terjadi. Sebuah bus penumpang milik Madinah Trans rute Bulukumba–Morowali menjadi korban pelemparan batu oleh orang tak dikenal (OTK) saat melintas di wilayah Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, Jumat (27/3/2026).
Peristiwa menegangkan itu terjadi di wilayah Pammana, tepatnya saat bus melaju dari arah Bone menuju Kota Sengkang. Kaca depan bus mendadak pecah setelah dihantam batu yang dilempar pelaku dari arah berlawanan.

Sopir bus, M Nasrul, menceritakan detik-detik kejadian yang membuatnya syok sekaligus khawatir akan keselamatan penumpang.
“Saya sementara bawa bus seperti biasa, tiba-tiba dari arah depan ada motor berboncengan. Tanpa tanda-tanda, salah satu dari mereka langsung melempar batu ke arah kaca depan,” ungkap Nasrul.
Benturan keras membuat kaca depan bus pecah seketika. Nasrul yang terkejut langsung menginjak rem mendadak demi menghindari hal yang lebih fatal.
“Saya kaget sekali, refleks langsung rem. Kalau saya tidak kendalikan, bisa saja terjadi kecelakaan karena penumpang juga banyak,” lanjutnya.
Setelah menghentikan kendaraan, Nasrul turun untuk memastikan kondisi dan mencoba melihat pelaku. Namun, kedua pelaku sudah melarikan diri.
“Saya sempat turun, tapi pelaku sudah tidak terlihat. Yang saya temukan hanya satu topi di depan ban bus, kemungkinan milik pelaku,” jelasnya.
Ia juga mengungkapkan ciri-ciri pelaku yang sempat dilihat sekilas.
“Ada dua orang berboncengan, pakai baju hitam dan celana pendek. Mereka langsung kabur setelah melempar,” tambahnya.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, insiden ini menimbulkan trauma bagi sopir dan penumpang, serta kerugian materi akibat kerusakan kendaraan.
Merasa dirugikan dan terancam, Nasrul pun melaporkan kejadian tersebut ke Polres Wajo agar pelaku segera ditindak.
“Saya sudah masukkan laporan resmi. Harapan saya pelaku bisa segera ditemukan, supaya kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” tegasnya.
Sementara itu, pihak manajemen Madinah Trans Perwakilan Sinjai melalui Lukman juga menyampaikan keprihatinan mendalam atas insiden tersebut. Ia menegaskan bahwa keselamatan sopir dan penumpang adalah prioritas utama.
“Kami sangat menyayangkan kejadian ini. Ini bukan hanya merugikan perusahaan, tapi juga membahayakan nyawa penumpang dan kru,” ujar Lukman.
Pihaknya berharap aparat kepolisian segera mengusut tuntas kasus ini dan menangkap pelaku.
“Kami sudah laporkan ke Polres Wajo. Besar harapan kami ada tindak lanjut serius dan pelaku bisa segera diamankan,” katanya.
Lukman juga mengingatkan bahwa jika tindakan seperti ini tidak segera ditangani, potensi kejadian serupa sangat besar.
“Kami khawatir kalau tidak ada tindakan tegas, ini bisa terulang kembali. Ini jalur ramai, banyak kendaraan umum melintas,” jelasnya.
Ia pun menyampaikan harapan besar agar keamanan di jalur tersebut dapat ditingkatkan.
“Kami berharap ada perhatian lebih dari pihak berwenang untuk menjaga keamanan di jalur ini. Supaya sopir kami bisa bekerja dengan tenang dan penumpang merasa aman,” tutupnya.
Insiden ini kembali menjadi peringatan bahwa keamanan di jalan raya, khususnya jalur transportasi umum, masih perlu mendapat perhatian serius dari semua pihak.
Penulis: Thatang
![]()





























