Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Makassar

Rektor Unhas dan Kepala BPOM RI Resmikan Fasilitas Penelitian CRU

badge-check

					Clinical Research Unit (CRU) di Rumah Sakit Pendidikan Universitas Hasanuddin (Unhas) (dok.) Perbesar

Clinical Research Unit (CRU) di Rumah Sakit Pendidikan Universitas Hasanuddin (Unhas) (dok.)

BERITA.NEWS,Makassar- Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas) Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc., bersama Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., Ph.D.., meresmikan Clinical Research Unit (CRU) di Rumah Sakit Pendidikan Universitas Hasanuddin.

Peresmian tersebut berlangsung di sela kunjungan kerja dan agenda rapat koordinasi di kampus Unhas pada Kamis (6/3/2026).

Clinical Research Unit (CRU) merupakan fasilitas penelitian yang digunakan untuk melaksanakan uji klinis terhadap obat, vaksin, atau produk kesehatan pada manusia secara terstandar dan sesuai etika penelitian.

Fasilitas ini mendukung kolaborasi antara rumah sakit, perguruan tinggi, dan industri dalam mengembangkan inovasi produk kesehatan berbasis riset.

Rektor Unhas Prof JJ menyampaikan bahwa kehadiran CRU merupakan fasilitas yang sangat dibutuhkan untuk memperkuat ekosistem riset klinis di lingkungan Universitas beroperasi di bawah koordinasi Rumah Sakit Pendidikan Unhas.

“Fasilitas ini akan beroperasi secara penuh di bawah koordinasi rumah sakit dan dimanfaatkan bersama oleh fakultas- fakultas terkait. Kehadiran CRU diharapkan dapat mendukung pengembangan riset klinis yang lebih terintegrasi,” jelasnya.

Baca Juga :  Wali Kota Munafri Ingin Adopsi Konsep Blok M Jakarta Hidupkan Ekonomi Pasar Sentral Makassar

Sementara itu, Kepala BPOM RI, Prof. Taruna Ikrar, mengungkapkan bahwa selama ini fasilitas Clinical Research Unit masih didominasi oleh institusi di Pulau Jawa. Saat ini terdapat sekitar lima CRU yang beroperasi di wilayah tersebut.

Kehadiran CRU di Unhas menjadi bukti bahwa kawasan timur Indonesia, khususnya Makassar, juga memiliki kapasitas dan potensi untuk mengembangkan riset klinis bertaraf nasional.

“Hari ini menjadi pembuktian bahwa Makassar, khususnya Unhas, juga mampu memiliki fasilitas penelitian klinis seperti ini. Ini merupakan awal yang sangat baik,” ujar Taruna Ikrar.

Ia menambahkan, selama ini banyak kegiatan riset klinis berpusat di kampus- kampus di Pulau Jawa. Dengan hadirnya CRU di Unhas, diharapkan riset klinis di kawasan timur Indonesia dapat berkembang lebih pesat, termasuk mendorong lahirnya berbagai produk obat baru melalui penelitian yang dilakukan oleh para peneliti Unhas.

Lebih lanjut, BPOM juga mendorong penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri farmasi melalui kerja sama yang berkelanjutan.

“Kami bersama industri akan menjalin kolaborasi melalui penandatanganan nota kesepahaman. Ini menjadi awal yang baik untuk mendorong pengembangan riset klinis dan inovasi produk kesehatan di Indonesia,” tambahnya.

Setelah peresmian CRU, kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Universitas Hasanuddin dan Nose Herbal Indo. Perusahaan ini merupakan perusahaan maklon kosmetik yang menyediakan layanan pembuatan produk kosmetik secara menyeluruh, serta bergerak di bidang manufaktur kosmetik.

Loading

Comments

Baca Lainnya

Sambut Hari Buruh, Munafri Siapkan May Day Fest di Lapangan Karebosi

24 April 2026 - 17:54 WITA

Munafri Isi WFH Bersama SKPD Pantau Jumat Bersih di Wajo dan Ujung Tanah

24 April 2026 - 14:09 WITA

Hadiri Rakor Strategi KIE, Wali Kota Munafri Tegaskan Komitmen Atasi Sampah Makassar

23 April 2026 - 19:35 WITA

30 Tahun Berdiri di Atas Fasum, 60 Lapak PKL di Makassar Dibongkar

23 April 2026 - 14:32 WITA

Munafri Pangkas Rp60 Miliar Perjalanan Dinas, Stop Total Randis Baru

22 April 2026 - 18:54 WITA

Trending di Makassar