BERITA.NEWS,Makassar- Di era digital, arus informasi bergerak semakin cepat dan masif, termasuk informasi terkait rekrutmen kerja menarik perhatian masyarakat. Namun di balik kemudahan tersebut, risiko terjebak penipuan berkedok rekrutmen juga semakin meningkat.
Oknum tidak bertanggung jawab bahkan menggunakan identitas figur publik maupun nama perusahaan-perusahaan besar untuk mengelabui korban, dengan tujuan memperoleh data pribadi hingga uang.
Menanggapi maraknya penipuan berkedok rekrutmen, Pemimpin Wilayah (Pimwil) PT Pegadaian Kanwil VI Makassar, Pratikno, membagikan sejumlah tips kepada para pencari kerja agar tidak mudah terperdaya oleh informasi rekrutmen palsu.
“Informasi rekrutmen palsu yang mengatasnamakan perusahaan besar memang banyak berseliweran, terutama di media sosial. Kami dari manajemen Pegadaian mengimbau masyarakat, khususnya calon karyawan, agar selalu waspada terhadap informasi rekrutmen yang mengatasnamakan Pegadaian,” ujar Pratikno.
Ia menegaskan bahwa Pegadaian tidak pernah memungut biaya dalam bentuk apa pun selama proses rekrutmen, tidak bekerja sama dengan agen travel mana pun, serta seluruh informasi rekrutmen resmi dapat diakses melalui website resmi pegadaian.co.id, LinkedIn PT Pegadaian, serta akun Instagram @pegadaian_id dan @pegadaiankanwilmakassar.
Untuk menghindari rekrutmen palsu, Pegadaian membagikan beberapa langkah yang dapat dilakukan oleh para pencari kerja, antara lain:
Pertama, memeriksa sumber informasi. Perusahaan profesional hanya akan mengumumkan rekrutmen melalui website dan media sosial resmi. Informasi melalui email juga menggunakan domain resmi perusahaan, seperti hrd@namaperusahaan.co.id.
Kedua, mengabaikan permintaan sejumlah uang. Proses rekrutmen yang sah tidak pernah memungut biaya. Dalam sejumlah kasus, penipu kerap menggunakan modus biaya reservasi tiket pesawat atau hotel melalui agen travel fiktif, bahkan disertai janji penggantian biaya.
Ketiga, memperhatikan kualitas penulisan. Surat panggilan kerja dari perusahaan profesional disusun dengan bahasa yang rapi dan detail. Jobseeker perlu waspada jika terdapat banyak kesalahan ketik, penggunaan huruf kapital atau tanda seru berlebihan, format surat buram seperti hasil tempelan atau fotokopi, serta penggunaan logo perusahaan yang tidak sesuai.
Keempat, melakukan riset lokasi dan kontak perusahaan. Penipu sering mencantumkan alamat kantor fiktif atau tidak jelas. Pencari kerja disarankan memverifikasi alamat melalui Google Maps serta mengecek nomor kontak menggunakan aplikasi pengecekan nomor telepon.
Kelima, tidak tergiur gaji yang tidak masuk akal. Tawaran gaji jauh di atas rata-rata pasar untuk posisi dengan pengalaman minimal patut dicurigai, karena kerap digunakan sebagai umpan agar korban mengabaikan logika.
Keenam, mewaspadai proses rekrutmen yang terlalu cepat. Perusahaan profesional umumnya menerapkan beberapa tahapan seleksi, mulai dari administrasi, tes kemampuan, psikotes, diskusi kelompok, wawancara, hingga tes kesehatan sesuai kebutuhan perusahaan.
Pegadaian mengimbau masyarakat untuk segera waspada apabila menemukan kejanggalan dalam informasi maupun proses rekrutmen. Untuk konfirmasi informasi rekrutmen mencurigakan yang mengatasnamakan Pegadaian, masyarakat dapat menghubungi Call Center Pegadaian 1500-569 atau WhatsApp PEVITA di nomor 0811-1-1500569. (Rilis/).


Comment