Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Pemprov Sulsel

BAM DPR RI Soroti Data Krisis Ekologi di Sulsel Kian Parah

badge-check

					BAM DPR RI Soroti Data Krisis Ekologi di Sulsel Kian Parah Perbesar

BERITA.NEWS,Makassar- Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) DPR RI menyoroti data krisis ekologi yang terjadi di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) saat kunjungan kerja di Ruang Rapat Pimpinan Kantor Gubernur. Kamis (28/8) kemarin.

Turut mendampingi kunjungan kerja BAM DPR RI diwakili oleh Asisten II Bidang Ekonomi, Pembangunan, dan Kesejahteraan Pemerintah Provinsi Sulsel, Ichsan Mustari

Ketua BAM DPR RI Ahmad Heriawan mengaku kaget melihat data krisis ekologi Sulsel yang sangat mengkhawatirkan, sehingga perlu atensi khusus pemerintah melakukan penanganan dan antisipasi.

“Sulawesi Selatan merupakan salah satu wiayah strategis di Indonesia dengan potensi sumber daya alam yang melimpah termasuk kawasan pesisir, hutan dan petanian.

Namun pengelolaan ekologi provinsi ini menghadap berbagi tantangan serius,seperti deforestasi ,degradasi lahan,pencemaran sungai dan eksploitasi tambang,” ucapnya.

Politisi PKS ini menyebutkan data dari KLHK dan BNPB menunjukkan bahwa Sulsel termasuk daerah rawan bencana ekologis, seperti banjr bandang, longsor dan kekeringan akibat perubahan tata guna lahan dan degradasi lingkungan.

Baca Juga :  Gubernur Sulsel beri bantuan Korban Kebakaran 12 Rumah di Bulukumba

“Aktivitas pertambangan,alih fungsi hutan,dan lemahnya pengawasan tata ruang juga memperburuk kondisi ekosistem. Menurut data Wahana Lingkungan Hidup Indonesia(WALHl) dalam satu dekade
terakhir,angka bencana alam di Provinsi Sulsel meningkat drastis,” ujarnya.

Pada 2014, bencana tercatat hanya 54 kejadian. Kemudian 2024 meningkat hingga 362 kejadian. Februari 2025 Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Maros menyebut sekitar 4.000 keluarga terdampak banjir tersebar di 14 kecamatan.

“Di Makassar lebih 2.164 jiwa terdampak Gowa juga mencatat enam kecamatan terdampak cuaca ekstrem. Kemudian akhir 2024 kota Makassar dilanda banjr karena hujan deras terus-menerus menyebabkan 1.969 jiwa dar 515 keluarga mengungsi di 28 titik.

Empat kecamatan yang terdampak paling parah adalah Manggala, Biringkanaya, Panakkukang dan Tamalanrea.Kerugian akibat bencana 2024 capai Rp1,95 triliun,” kata Heriawan dalam pemaparannya.

Menurutnya fenomena banjr di Sulsel bukan sekadar fenomena alam tetapi indikasikan krisis ekologi makin parah. Bencana ekologis ini disebabkan penurunan daya dukung dan daya tampung lingkungan yang sangat signfikan.

“Salah satu indikatonya adalah luas tutupan hutan yang tarsisa hanya 1359.039 hekare atau sektar 29.70%dan total luas wiayah Sulsel mi membuat Sulsel masuk kategori kritis,” tegasnya.

Loading

Comments

Baca Lainnya

Gubernur Sulsel beri bantuan Korban Kebakaran 12 Rumah di Bulukumba

26 April 2026 - 10:11 WITA

Gubernur Sulsel Sabet Award Nasional, Program MYP Jadi Bukti Nyata Pembangunan Infrastruktur

25 April 2026 - 10:00 WITA

SPMB Sulsel 2026, Disdik Berlakukan Jalur Domisili Radius Zona 1 dan 2

23 April 2026 - 17:56 WITA

Gubernur Sulsel Temui Menteri PU RI dengan Daftar Usulan Infrastruktur, Stadion hingga Ruas Seko Lutra

22 April 2026 - 08:23 WITA

Jufri Rahman Ingatkan Petuah Bijak Dorong Literasi saat Sambangi UPT Kearsipan Sulsel

21 April 2026 - 18:26 WITA

Trending di Pemprov Sulsel