Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Bulukumba

Komisi II DPRD Bulukumba Soroti Masalah Pasar Sentral, PMII Desak Bentuk Pansus

badge-check

					RDP DPRD Bulukumba dengan PMII Terkait Polemik Pasar Sentral. (Foto: Istimewa) Perbesar

RDP DPRD Bulukumba dengan PMII Terkait Polemik Pasar Sentral. (Foto: Istimewa)

BERITA.NEWS, Bulukumba – Komisi II DPRD Kabupaten Bulukumba menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) membahas berbagai persoalan di Pasar Sentral Bulukumba.

Rapat berlangsung di Ruang Komisi II DPRD pada Selasa (17/6/2025).

Agenda dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi II, Kaspul BJ dari Partai Demokrat.

Turut hadir anggota Komisi II lainnya, H. Musa Lirpa (PDIP), Jusman (Golkar), dan Dr. Supriadi (PKS).

Pihak eksekutif juga hadir, termasuk Kepala Dinas Perdagangan dan Kabag Hukum Setda Bulukumba.

Perwakilan pedagang Pasar Sentral dan aktivis PMII juga ikut dalam forum tersebut.

Dalam RDP, muncul keluhan soal mahalnya harga sewa kios dan tingginya retribusi pasar.

Masalah air bersih dan pengelolaan sampah juga disoroti.

Pedagang mengeluhkan minimnya pembeli meskipun pasar terlihat megah.

Ketua PMII Bulukumba, Syaibatul Hamdi, menyampaikan kritik terhadap transparansi anggaran pembangunan pasar.

Ia mendesak DPRD membentuk Panitia Khusus (Pansus) untuk menyelidiki proyek tersebut.

Baca Juga :  Sentuhan Kemanusiaan Lapas Bulukumba, Keluarga Warga Binaan Terima Bantuan

Menurutnya, ada dugaan ketidaksesuaian antara anggaran dan hasil pembangunan.

“Perlu Pansus untuk mengawal dan memastikan transparansi,” tegas Syaibatul.

Ia juga mendorong pemindahan aktivitas pasar-pasar kecil ke pasar sentral agar lebih hidup.

Menanggapi itu, Kaspul BJ menyatakan DPRD terbuka terhadap semua masukan.

Ia menyebut RDP ini sebagai langkah awal untuk mencari solusi.

“Kami berterima kasih atas aspirasi dari mahasiswa dan pedagang,” ucapnya.

Seorang pedagang yang hadir juga menyuarakan kekecewaannya.

Menurutnya, meskipun menjelang Lebaran, pembeli tetap sepi.

Ia membandingkan dengan Pasar Cekkeng yang justru ramai meski tidak teratur.

Fasilitas pasar juga dikritik. Air sering macet dan tempat sampah masih minim.

Kepala Dinas Perdagangan, Andi Alfian, menjelaskan bahwa pasar belum selesai sepenuhnya.

Pasar masih dalam masa pemeliharaan dan baru dibuka sebagian.

“Pembukaan dilakukan atas desakan pedagang,” kata Alfian.

Ia menambahkan aktivitas bongkar muat akan dipindahkan secara bertahap.

Jadwal operasional pasar lain juga akan disesuaikan.

Menutup rapat, Kaspul BJ menyebut usulan pembentukan Pansus akan dibahas lebih lanjut.

Koordinasi dengan pimpinan DPRD akan dilakukan.

“Semua ini demi perbaikan dan kenyamanan pedagang serta pengunjung,” pungkasnya.

Loading

Comments

Baca Lainnya

Petani Bulukumba Mulai Cemas! 2.000 Hektare Sawah Terancam Kering

25 April 2026 - 17:55 WITA

petani

Sentuhan Kemanusiaan Lapas Bulukumba, Keluarga Warga Binaan Terima Bantuan

24 April 2026 - 19:32 WITA

warga binaan

Pantai Merpati “Menjerit” Sampah, Polisi Turun Tangan Bersihkan Pesisir Bulukumba

24 April 2026 - 18:26 WITA

jumat bersih

Usai Rakor di Jakarta, Bulukumba Dapat Bantuan 10 Ton Benih Padi Dari Kementan

23 April 2026 - 21:35 WITA

bantuan

Antisipasi Kekeringan Ekstrem, Pemkab Bulukumba Perkuat Kesiapsiagaan Pertanian

21 April 2026 - 21:33 WITA

kekeringan
Trending di Bulukumba