Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Ekobis

Ekonomi Nasional Merosot, Pertanian Sulsel Melejit Ditengah Perang Dagang Global

badge-check

					Sulsel Talk 2025 Bank Indonesia (BI) (dok) Perbesar

Sulsel Talk 2025 Bank Indonesia (BI) (dok)

BERITA.NEWS,Makassar- Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan (KPw) Sulawesi Selatan (Sulsel) kembali menggelar Sulsel Talk, ulas isu perang dagang global dan dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

Sulsel Talk 2025, mengulas tema “Ekonomi Sulsel dipusaran perang dagang global 2.0: menakar resiko menjemput peluang di Gedung Lantai 4 Kantor BI Jalan Jenderal Sudirman Makassar. Rabu (14/5/2025).

Kepala BI Sulsel Rizki Ernadi Wimanda mengatakan Pengumuman tarif resiprokal ya dari Amerika Serikat kepada negara-negara di dunia ini ya menyebabkan meningkatnya fragmentasi ekonomi global dan menurunnya volume perdagangan dunia.

Rizki mengatakan beberapa lembaga seperti IMF, World Bank, bahkan Bank Indonesia sendiri memperkirakan tahun ini pertumbuhan ekonomi melambat di dunia ya, dari 3,2 menjadi 2,9 persen.

“Awalnya kita perkirakan 3,2 stay dari 2024 menjadi 2025 stay. Tetapi sekarang turun 2,9. Amerika Serikat kita prediksikan turun menjadi 2% ya. Tiongkok juga demikian ke 4% dari 5 ke 4 ya.

Sementara Jepang kawasan ee Eropa justru meningkat ya. Nah, ini ada indeks ketidakpastian yang namanya economic policy uncertain,” ucapnya.

Baca Juga :  Nuansa Alam dan Cita Rasa Rumahan, RM Jabar Resto & Cafe Jadi Destinasi Kuliner di Sinjai

Lebih lanjut, Rizki Ernadi Wimanda mengatakan perekonomian nasional pada triwulan I juga alami penurunan dari 5,02 persen menjadi 4,87 persen.

“Seluruh komponen di sisi pengeluaran itu melambat ya. Sementara di lapangan usaha sebagian besar juga mengalami perlambatan ya, kecuali di pertanian.

Nah, nanti kita bedah di pertanian Sulawesi Selatan juga meningkat pesat ya. Jadi dari 0,71% di triwulan yang lalu sekarang menjadi 10,52. Jadi memang growth drivernya itu di triwulan 1 adalah di sektor pertanian,” jelasnya.

“Seluruh komponen di sisi pengeluaran itu melambat ya. Sementara di lapangan usaha sebagian besar juga mengalami perlambatan ya, kecuali di pertanian.

Nah, nanti kita bedah di pertanian Sulawesi Selatan juga meningkat pesat ya. Jadi dari 0,71% di triwulan yang lalu sekarang menjadi 10,52. Jadi memang growth drivernya itu di triwulan 1 adalah di sektor pertanian,” jelasnya.

Secara spasial, pertumbuhan ekonomi nasional tertinggi ada di Sulawesi yaitu 6,40 ya. Sementara Kalimantan di bawah 5 yaitu 4,32, Sumatera 4,8, Jawa juga 4,9, Bali Nustara juga 3,12, Maluku dan Papua malah ada yang negatif ya sehingga totalnya adalah 1,7.

“Jadi, growth of driver-nya, driver of growth-nya ada di Sulawesi. Jadi, kalau kita lihat kontribusi 6,4% itu sebagian besar disumbang oleh Sulawesi Selatan. Kita perlu tepuk tangan untuk Sulawesi Selatan,” pungkasnya.

Loading

Comments

Baca Lainnya

Gelar Perpisahan Berbayar, Munafri Ancam Kepsek Dicopot

21 April 2026 - 12:51 WITA

Elang Tiga Hambalang Desak Evaluasi Total Korwil SPPG Maros, Ancam Bawa Keluhan Mitra ke Tingkat Nasional

20 April 2026 - 23:16 WITA

FGD Pengelolaan Sampah Makassar, DLH Siapkan Skema Sanitary Landfill

19 April 2026 - 20:20 WITA

Tak Lagi Gelap, 40 Lampu Solar Cell Terangi Kepulauan Makassar

19 April 2026 - 15:27 WITA

Panitia Ajak Alumni di Seluruh Indonesia Meriahkan Mubes IKA Unhas

18 April 2026 - 21:55 WITA

Trending di Makassar