Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Internasional

Pasca Serangan Kilang Minyak, AS Kirim Pasukan Tambahan ke Arab Saudi

badge-check

					Kilang minyak Aramco di Arab Saudi. (IAN TIMBERLAKE / AFP) Perbesar

Kilang minyak Aramco di Arab Saudi. (IAN TIMBERLAKE / AFP)

BERITA.NEWS, Amerika Serikat – Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) Mark Esper mengatakan bakal mengirimkan pasukan tambahan ke Arab Saudi dan Uni Emirat Arab. Tindakan ini dilakukan buat memenuhi permintaan Arab Saudi yang mengalami serangan di fasilitas kilang minyak terbesar pada akhir pekan lalu.

Serangan yang dilakukan melalui pesawat nirawak alias drone itu sudah diklaim dilakukan oleh kelompok pemberontak Yaman, Houthi. Meski begitu AS menuduh Iran pelaku serangan yang memangkas 5 persen produksi minyak dunia tersebut.

Esper menyebut pada Juni lalu Iran menyerang drone mata-mata AS, hal itu dilakukan usai Iran menangkap kapal tangki Inggris. Kepala markas Pentagon itu mengatakan sikap itu kemudian dikombinasikan serangan ke Arab Saudi merupakan ‘peningkatan dramatis agresi Iran’.

“Untuk mencegah eskalasi lebih lanjut, Arab Saudi meminta bantuan internasional untuk membantu melindungi infrastruktur penting kerajaan. Uni Emirat Arab juga telah meminta bantuan,” kata Esper pada Jumat (20/9/2019), dilansir dari AFP.

Esper mengungkap, Presiden AS Donald Trump setuju penempatan pasukan yang dikatakan bakal bersifat defensif dan fokus utamanya pada pertahanan udara dan rudal.

Jumlah pasukan hanya disebut ‘moderat’ dan ‘tidak sampai 1.000 pasukan’. Belum ada pernyataan resmi dari pihak AS terkait jumlah bala bantuan dan juga perlengkapan yang akan digunakan.

Sebelumnya telah diberitakan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo berencana membentuk koalisi baru buat membendung ancaman Iran. Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Inggris, dan Bahrain sudah menyatakan setuju masuk dalam koalisi itu.

Meski demikian, beberapa negara lain di Uni Eropa dan juga Irak sudah menyatakan enggan bergabung koalisi sebab dinilai bakal memicu ketegangan lebih lanjut.

Loading

Comments

Baca Lainnya

Harapan Damai di Ujung Tanduk, Pembicaraan AS–Iran Terhenti di Islamabad

12 April 2026 - 13:07 WITA

Iran Kunci Selat Hormuz di Tengah Perang, Janji Dibuka Usai Konflik

11 April 2026 - 10:13 WITA

Erdogan Menang Pilpres, Pimpin Turki Hingga 2028

29 Mei 2023 - 10:12 WITA

Indonesia Bekuk Thailand 5 – 2 di Final, Raih Emas Setelah 32 Tahun

16 Mei 2023 - 23:30 WITA

Andalan Pakai Baju Adat Jadi Pembicara di Forum UNESCO

22 Februari 2023 - 14:44 WITA

Trending di Internasional