Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Sinjai

DPKH Sinjai Imbau Peternak dan Beberkan Ciri-ciri Ternak Terjangkit PMK

badge-check

					Kepala DPKH Sinjai, Burhanuddin. (Foto: Berita.News/ Syarif) Perbesar

Kepala DPKH Sinjai, Burhanuddin. (Foto: Berita.News/ Syarif)

BERITA.NEWS, SINJAI – Kasus wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, terus meningkat.

Dalam tiga bulan pertama tahun 2025, sebanyak 2.201 ekor sapi milik warga dilaporkan terjangkit.

Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Sinjai pun mengambil langkah cepat untuk menekan penyebaran penyakit ini.

Kepala DPKH Sinjai, Burhanuddin, menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai upaya, termasuk sosialisasi, vaksinasi massal, serta penyemprotan disinfektan. Namun, hasilnya masih belum optimal.

“Kami sudah turun melakukan berbagai langkah, tetapi penyebaran PMK masih terjadi,” ujarnya, Senin (17/3/2025).

Sebagai langkah antisipatif, DPKH mengimbau para peternak untuk tidak memasukkan ternak baru dari daerah wabah dan membatasi lalu lintas orang di sekitar kandang.

Peternak juga diminta tidak menjual ternak yang sakit dan memastikan hewan yang terinfeksi tetap berada di dalam kandang.

Burhanuddin menjelaskan bahwa virus PMK sangat mudah menular di antara hewan berkuku genap, seperti sapi, kerbau, domba, kambing, dan babi.

Virus ini menyebar melalui udara, air liur, susu, urine, serta benda-benda yang terkontaminasi. Oleh karena itu, penyemprotan disinfektan secara rutin pada kandang, kendaraan, dan peralatan peternakan sangat dianjurkan.

Selain itu, peternak juga diminta meningkatkan imunitas ternak dengan memperbaiki mutu pakan dan memberikan terapi suportif, seperti vitamin dan mineral.

Jika ditemukan gejala PMK seperti lepuh di mulut dan kuku, demam, hipersalivasi, serta penurunan nafsu makan, peternak harus segera melaporkannya ke petugas peternakan setempat.

Burhanuddin menegaskan bahwa partisipasi peternak sangat penting dalam pengendalian PMK.

“Dengan mengikuti arahan petugas dan menunggu kedatangan vaksin dalam waktu dekat, kita bisa menekan penyebaran PMK di Sinjai,” pungkasnya.

Loading

Comments

Baca Lainnya

Belum Tuntas Dugaan Korupsi PDAM, Kajari Sinjai Malah Dipindah! Segini Harta Kekayaan Mohammad R Bugis

14 April 2026 - 14:11 WITA

harta-kekayaan

Breaking News! Kajari Sinjai Resmi Dipindah, Nasib Kasus Korupsi PDAM Menggantung

14 April 2026 - 12:53 WITA

mutasi

Mutasi Besar-besaran di Polres Sinjai! Ini Daftar Lengkap Pejabat Baru yang Dilantik

14 April 2026 - 09:39 WITA

sertijab

Operasi Mendadak di Sinjai, Pedagang Pasar Mannanti Kaget Saat Rokok Ilegal Disapu Bersih

13 April 2026 - 13:33 WITA

rokok-ilegal

Beredar Kabar Camat Beri Izin, Tokoh Masyarakat Bongkar Fakta Mengejutkan Soal Pengobatan Puang Risal

11 April 2026 - 18:44 WITA

dukun-viral
Trending di Sinjai