Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Nasional

Baku Tembak TNI-Polri dan KSB, 3 Warga Dilaporkan Meninggal dan 4 Luka

badge-check

					Salah satu warga Kabupaten Puncak yang menjadi korban saat kontak senjata antara aparat gabungan TNI-Polri dengan KSB di Distrik Mabugi, Selasa (17/9/2019). (Antara/Dok.Humas Kabupaten Puncak/pri) Perbesar

Salah satu warga Kabupaten Puncak yang menjadi korban saat kontak senjata antara aparat gabungan TNI-Polri dengan KSB di Distrik Mabugi, Selasa (17/9/2019). (Antara/Dok.Humas Kabupaten Puncak/pri)

BERITA.NEWS, Jayapura – Bupati Puncak Willem Wandik mengaku, ada warganya yang menjadi korban dalam kontak tembak antara aparat keamanan dengan kelompok sipil bersenjata (KSB).

Memang benar ada warga yang menjadi korban saat kontak senjata terjadi, Selasa (17/9) sekitar pukul 15.00 WIT di Kampung Olen, Distrik Mabugi.

Dari laporan yang diterima tercatat tiga warga meninggal dan empat orang luka-luka, kata Bupati Wandik, Rabu (18/9/2019), seperti dilansir dari Antara.

Bupati yang dihubungi melalui telepon selularnya, mengatakan, korban luka-luka saat ini sudah dievakuasi ke Timika untuk dirawat di RSUD Timika, sedangkan yang meninggal akan segera dimakamkan.

Masyarakat memang selalu menjadi tameng bagi anggota KSB karena biasanya kelompok tersebut bersembunyi dan bergabung di tengah masyarakat sehingga diharapkan aparat keamanan TNI-Polri diminta untuk tidak lagi melakukan pengejaran kepada KSB karena yang menjadi korban adalah warga sipil.

Dia mengatakan, aparat keamanan diminta untuk menahan diri dan tidak lagi melakukan pengejaran karena akan berdampak luas baik itu pada pembangunan di daerahnya maupun dampak lainnya misalnya penggiat HAM yang menggunakan momentum itu untuk mengambil keuntungan.

“Mari kita sama-sama menjaga agar tidak menjadi konflik yang nantinya menjadi konsumsi politik terhadap insiden yang terjadi di Puncak,” ajak Bupati Wandik seraya menambahkan, karena itu aparat keamanan diminta untuk melakukan pendekatan secara persuasif.

Dengan persuasif diharapkan anggota KSB nantinya mau sadar dan menyerahkan diri dan tidak lagi melakukan penyerangan terhadap warga sipil maupun aparat keamanan, harap Bupati Wandik.

Kapendam XVII/Cenderawasih Letkol CPL Eko Daryanto secara terpisah mengakui terjadinya insiden tersebut namun pihaknya masih mengumpulkan data-data terkait kasus itu.

Memang benar adanya kontak tembak antara aparat gabungan TNI-Polri dengan KSB di wilayah Kabupaten Puncak, aku Letkol CPL Eko. (Ant)

Loading

Comments

Baca Lainnya

Lonjakan Harga BBM Tembus Rp23 Ribu/Liter, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

18 April 2026 - 22:09 WITA

bbm

OJK Perkuat Pengawasan Industri PPDP, Dukung Perekonomian Nasional

14 April 2026 - 08:21 WITA

Modus Janjikan Pengaturan Perkara, Empat Oknum Mengaku Pegawai KPK Ditangkap

10 April 2026 - 19:19 WITA

BPKH Salurkan Uang Saku Haji 2026, Jemaah Terima 750 Riyal untuk Kebutuhan di Tanah Suci

10 April 2026 - 15:46 WITA

Bongkar Mafia Narkoba di Balik Jeruji, Menteri Agus: Siap Sikat Tanpa Pandang Bulu

10 April 2026 - 13:59 WITA

Trending di Nasional