Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Pendidikan

Pertanian Modern di Perkotaan ala Mahatani Unhas Panen Sayur Bersama Masyarakat

badge-check

					Pertanian Modern di Perkotaan ala Mahatani Unhas Panen Sayur Bersama Masyarakat Perbesar

BERITA.NEWS,Makassar- Program Penguatan Kapasitas Organisasi Mahasiswa (PPK Ormawa) Mahatani Universitas Hasanuddin menggelar panen perdana bersama Kelompok Wanita Tani (KWT) Kerabat di Kelurahan Tamalanrea Indah, Makassar, Selasa 30 Juli 2024.

Panen bersama ini merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat mahasiswa unhas yang tergabung dalam UKM Mahatani, Fakultas Pertanian. Program tersebut bernama Sistem Produksi Hortikultura Berbasis Drip Fertigasi Gravitasi (SIPRODIV).

Kegiatan ini merupakan kerja sama dengan mitra Kelompok Wanita Tani (KWT) Kerabat di Kelurahan Tamalanrea Indah. Program ini bertujuan meningkatkan efisiensi penggunaan air dan nutrisi dalam kegiatan budidaya tanaman.

Mahasiswa tidak hanya memperkenalkan teknologi ini, tetapi juga mendampingi KWT Kerabat dalam penerapannya. Mereka membantu mulai dari perencanaan, pemasangan sistem, hingga pemeliharaan tanaman.

Selama masa pertumbuhan tanaman, tim PPK Ormawa Mahatani terus mendampingi KWT Kerabat. Mereka memantau pertumbuhan tanaman, memastikan sistem berjalan dengan baik, dan membantu mengatasi kendala-kendala yang muncul.

Tanaman yang dipilih untuk program ini adalah berbagai jenis sayuran seperti Cabai, Terong, Kangkung, Bayam, dan Pakcoy. Tanaman-tanaman ini dipilih karena memiliki nilai produktivitas yang lumayan tinggi sehingga hasil dari penerapan sistem ini bisa segera terlihat.

Ada tiga jenis sayuran dipanen dalam panen perdana kali ini. Pertama adalah Pakcoy yang dipanen 25 hari setelah tanamHST), Kangkung 22 HST, dan Bayam 22 HST. Ketiga sayuran ini menunjukkan pertumbuhan yang optimal dan kualitas yang baik, membuktikan efektivitas sistem SIPRODIV dalam meningkatkan produktivitas tanaman hortikultura.

Di sela-sela kegiatan panen bersama, Dosen Pendamping PPK Ormawa Mahatani, Dr Rahmansyah Dermawan, MSi menjelaskan bahwa program ini merupakan hasil kolaborasi intensif antara mahasiswa, akademisi, dan masyarakat.

“Sistem yang diterapkan memang bukan yang paling canggih. Namun, program ini setidaknya dapat menjadi langkah awal bagi Kelurahan Tamalanrea Indah untuk menerapkan teknologi pertanian modern dalam mendukung kegiatan pertanian berkelanjutan” jelasnya.

Sementara itu, Dr Mahyudin MSi selaku Wakil Dekan 3 Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin, dalam sambutannya menekankan pentingnya inovasi dalam pertanian modern.

“SIPRODIV adalah contoh nyata bagaimana teknologi dapat diintegrasikan ke dalam praktik pertanian tradisional untuk menghasilkan hasil yang lebih baik. Melalui program ini dapat dilihat mengenai bagaimana keseriusan adik-adik Mahatani untuk mendatangkan prestasi dan manfaat. Sekarang tugas Mahatani adalah bagaimana membentuk pemasaran agar subsistem yang terbentuk lengkap mulai dari hulu hingga hilir,” ujarnya.

Direktur Kemahasiswaan Unhas Abdullah Sanusi PhD mengapresiasi inisiatif mahasiswa dalam mengembangkan solusi praktis untuk tantangan pertanian.

“PPK Ormawa merupakan program yang bertujuan untuk mendorong mahasiswa belajar memecahkan masalah di desa melalui ide inovatif sehingga dapat mendukung kemajuan desa,” ujarnya.

Sekretaris Lurah Tamalanrea Indah, Asliah Kamal SE menyambut baik program ini dan melihatnya sebagai langkah positif dalam pemberdayaan masyarakat lokal.

“Saya masih ingat sebelumnya saat di awal adik-adik tim Mahatani dengan penuh kepercayaan diri dan semangat melakukan konsultasi ke kantor kelurahan terkait pelaksanaan program di Kelurahan Tamalanrea indah, dan sekarang sudah terbukti dan dapat dilihat hasilnya,” tuturnya.

Setelah panen, acara dilanjutkan dengan penanaman simbolis. Tamu undangan Bersama KWT Kerabat melakukan pindah tanam bibit cabai, menandai dimulainya siklus tanam baru menggunakan sistem SIPRODIV.

Keberhasilan panen perdana ini menunjukkan potensi besar SIPRODIV yang tidak hanya membawa manfaat langsung bagi petani mitra, tetapi juga berfungsi sebagai model percontohan yang dapat diaplikasikan di daerah lain dengan kondisi serupa. (*Rilis)

Loading

Comments

Baca Lainnya

HUMANISTIK UMSi Gelar HDC Season 2, Mahasiswa se-Indonesia Adu Gagasan di Sinjai

13 April 2026 - 13:53 WITA

debat mahasiswa

98 Siswa SMPN 23 Sinjai Ikuti Ujian TKA, Sekolah Tekankan Evaluasi Kompetensi

9 April 2026 - 17:28 WITA

ujian-tka

Madrasah Aliyah Pesantren Wadi Mubarak Gareccing Laksanakan Ujian Madrasah Berbasis Kertas

8 April 2026 - 19:52 WITA

ujian

Datang Diam-Diam, Chaca Siswi Berprestasi Ini Tinggalkan “Warisan” di SMPN 7 Sinjai

1 April 2026 - 22:45 WITA

penulis buku

Tembus Juara 4, Hairil Siswa SMPN 23 Sinjai Ukir Prestasi di Pemilihan Duta Pelajar Sinjai 2026

30 Maret 2026 - 19:37 WITA

duta pelajar
Trending di Pendidikan