Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Article

Prediksi Bulan Purnama Langka Malam Ini….

badge-check

					Prediksi Bulan Purnama Langka Malam Ini…. Perbesar

BERITA.NEWS, Jakarta -Fenomena Bulan purnama langka harvest moon akan muncul pada Jumat (13/9/2019) malam ini. Harvest moon diprediksi baru akan terjadi lagi di tahun 2049.

Bulan purnama kali ini disebut sebagai harvest moon karena diasosiasikan dengan waktu musim panen (harvest) di negara-negara yang memiliki empat musik. Saat fenomena ini terjadi, Bulan mencapai puncak paling bersinarnya dan berada paling dekat dengan equinox (lamanya waktu siang dan malam sama) musim semi.

Nama lain dari fenomena ini adalah corn moon, berdasarkan The Old Farmer’s Almanac. Sebagian masyarakat meyakini kemunculannya sebagai penanda awal dari masa keberuntungan.

Dikutip detikINET dari Forbes, Jumat (13/9/2019), Harvest moon biasanya terjadi di bulan September, namun kadang-kadang akan jatuh di bulan Oktober atau mundur ke beberapa bulan berikutnya, bergantung pada waktu equinox.

Baca Juga :  Telkomsel Luncurkan Ultra Mesh Wi-Fi, Internet Lebih Merata di Seluruh Rumah

Harvest moon pada Jumat 13 September 2019 ini terbilang langka, karena Bulan purnama semacam ini terakhir kali muncul pada 13 Januari 2006. Berdasarkan prediksi, harvest moon berikutnya setelah 13 September 2019 baru akan terlihat lagi pada sekitar 13 Agustus 2049.

Menarik juga untuk diketahui, harvest moon sesungguhnya adalah fenomena micromoon atau minimoon yang menandakan jarak Bulan relatif jauh dari Bumi. Micromoon adalah kebalikan fenomena supermoon, yaitu ketika Bulan berada pada titik terdekatnya dengan Bumi.

Penampakan harvest moon akan terlihat 14% lebih kecil dan 30% lebih redup ketimbang supermoon. Jarak rata-rata Bulan ke Bumi adalah 384 ribu kilometer. Pada peristiwa supermoon, jaraknya akan berkisar di angka 350-360 ribu kilometer. Jadi lebih dekat ke Bumi dari rata-ratanya.

Sementara itu, dalam micromoon atau minimoon, yang terjadi adalah kebalikannya, yakni purnama pada jarak terjauh. Jarak Bulan ke Bumi sekitar 400 ribu kilometer.

Loading

Comments

Baca Lainnya

Telkomsel Luncurkan Ultra Mesh Wi-Fi, Internet Lebih Merata di Seluruh Rumah

18 April 2026 - 12:14 WITA

Telkomsel Jaga Kualitas Jaringan saat RAFI 2026, Trafik Data Naik 10,4 Persen

13 April 2026 - 16:56 WITA

SIMPATI Hadirkan Instagram Basic Mode, Tetap Terhubung Meski Kuota Habis

1 April 2026 - 19:38 WITA

Cuma 4 Langkah! Bikin Kartu Ulang Tahun Keren di Creative Studio Galaxy S26 Series

23 Maret 2026 - 07:14 WITA

Samsung Galaxy S26 Series dan Buds4 Series Hadir di Indonesia, Takbiran Makin Seru

21 Maret 2026 - 06:56 WITA

Trending di Tekno