Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Daerah

Pj Bupati Jeneponto Undang Para Distributor Pupuk, Ini Yang di Bahas

badge-check

					Pj Bupati Jeneponto Undang Para Distributor Pupuk, Ini Yang di Bahas Perbesar

BERITA.NEWS, Jeneponto– Sebagian besar petani di Jeneponto di periode Maret hingga April ini melaksanakan panen raya baik komoditi jagung, maupun padi, sehingga diprediksi di akhir April hingga pertengahan Mei para petani di Bumi Turatea telah memasuki musim tanam kedua (MT II) tahun 2024.

Menyikapi hal tersebut, Pj Bupati Jeneponto Junaedi B, mengundang para distributor pupuk yang di Jeneponto meliputi 3 badan usaha yakni Budiarto Deja dari CV Turatea Agro Perkasa, Saharuddin Lara dari Puskud Wilayah Jeneponto, dan Amrina Rachmi Warham mewakili KPI.

Dalam pertemuan tersebut, PJ Bupati Jeneponto Junaedi Bakri meminta agar persoalan klasik ketersediaan pupuk subsidi segera dicarikan solusi oleh pemerintah bersama distributor serta pihak terkait lainnya

“Saya tidak ingin petani dan distributor berpikir sendiri menyelesaikan masalah ini, makanya kami mengundang untuk kita bicarakan, apa sebenarnya akar masalah dari pupuk ini,?” ujar Junaedi, Minggu malam (21/4/2024).

Junaedi menekankan pemerintah harus selalu hadir bersama petani, karena petani yang menjadi tulang punggung perekonomian daerah.

“Apalagi selama ini jika petani bisa meningkatkan produktivitas maka yang dapat penghargaan justru kadis pertanian bersama bupati, bukan petani,” tegas Junaedi.

Baca Juga :  Zero Halinar Digencarkan, Rutan Barru Gelar Tes HIV Serentak bagi Warga Binaan

Diskusi berlangsung begitu serius hingga larut malam (21/04) bertempat di Rumah Jabatan Bupati Jeneponto, turut hadir dalam pertemuan tersebut perwakilan dari PT. Pupuk Indonesia Saiful Ahmad.

Sementara itu perwakilan dari distributor pupuk dalam hal ini KPI Rina menyampaikan sangat berterima kasih akan adanya ruang khusus untuk para distributor pupuk untuk bicara, sebab menurutnya, menjadi kali pertama para distributor diundang oleh bupati untuk membahas kuota dan distribusi pupuk.

“Mudah-mudahan hal seperti ini senantiasa dapat dilaksanakan agar kita bisa bersama-sama memikirkan solusi yang akan ditempuh dalam penyelesaian masalah pupuk, yang setiap tahun dialami oleh para petani,” ungkap dia.

Setelah mendapatkan penjelasan dari 3 distributor, terkait fenomena penurunan kuota alokasi pupuk di Jeneponto, Pj Bupati Jeneponto berjanji akan menyampaikan laporan ke Kementrian Pertanian terkait minimnya kuota yang dialokasikan di Kabupaten Jeneponto.

Kami mengimbau kepada seluruh petani khususnya yang memiliki luas lahan di atas rata-rata petani secara umum, agar tidak menggunakan pupuk subsidi, karena pupuk subsidi tersebut dimaksudkan untuk para petani kecil.

“Saya ingin agar petani yang sudah mampu membeli  pupuk non- subsidi, jangan pakai yang subsidi supaya petani kecil bisa memanfaatkan kebijakan pemerintah, terkait alokasi subsidi negara,” pinta Junaedi.

Muh Ikbal

 

Loading

Comments

Baca Lainnya

Zero Halinar Digencarkan, Rutan Barru Gelar Tes HIV Serentak bagi Warga Binaan

20 April 2026 - 15:42 WITA

Lapas Palopo Edukasi Warga Binaan Lewat Sosialisasi KUHP Baru

17 April 2026 - 18:47 WITA

Komitmen Tanpa Kompromi, Rutan Masamba Ikrar Bersih dari Narkoba dan Handphone

17 April 2026 - 12:43 WITA

Waspada El Nino, Kapolres Maros Serukan Siaga Kekeringan dan Kebakaran Hutan

15 April 2026 - 09:38 WITA

Kapolres Maros Dukung Gerakan Pangan, IKA PMII Siap Garap Lahan di Mallawa

14 April 2026 - 17:00 WITA

Trending di Daerah