Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Nasional

4 Kabupaten Menjadi Fokus Penanganan Stunting Pemerintah Provinsi Bengkulu

badge-check

					4 Kabupaten Menjadi Fokus Penanganan Stunting Pemerintah Provinsi Bengkulu Perbesar

Bengkulu, kabar.news – Pemerintah Provinsi Bengkulu serius dalam upaya percepatan pencegahan dan penurunan angka stunting. Di mana ada 4 kabupaten yang menjadi fokus penanganan stunting pada tahun 2021 ini.

Hal ini disampaikan Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah saat Raker Penilaian Kinerja Kab/Kota Dalam Pelaksanaan Konvergensi Intervensi Penurunan Stunting Teritegritas Tahun 2021 Provinsi Bengkulu, Selasa (29/6/2021).

“Penanganan stunting ini menjadi perhatian kita, karena ini menjadi kebijakan strategis nasional, khusus di Bengkulu ada 4 Kabupaten yang menjadi lokus, di Bengkulu Utara, Seluma, Bengkulu Selatan dan Kabupaten Kaur,“ papar Gubernur Rohidin.

Menurut Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), stunting adalah gangguan perkembangan anak yang disebabkan oleh kekurangan gizi pada 1.000 hari pertama kehidupan yang berlangsung lama.

Stunting menyebabkan perkembangan otak serta tumbuh kembang terhambat. Anak yang menderita stunting umumnya bertubuh lebih pendek dari anak pada umumnya. Stunting sendiri akan menyebabkan beragam dampak buruk untuk anak baik dalam jangka pendek maupun panjang.

Berdasarkan data Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bengkulu sebagai mana dilansir pada http://bengkulu.bkkbn.go.id, bahwa kondisi kesehatan anak bawah lima tahun (balita) di Bengkulu cukup memprihatinkan. Pasalnya, kasus gizi buruk atau kekurangan gizi pada anak di Bengkulu cukup tinggi.

Dari total jumlah penduduk Provinsi Bengkulu pada 2020 sebanyak 2.010.670 jiwa terdapat sebanyak 228.801 post generasi zillenial ( SP 2020 ). Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 mencatat stunting di Bengkulu sebesar 27,98 persen. Dengan angka tersebut menunjukkan 1 (satu) dari 3 (tiga) anak di Bengkulu menyandang stunting yang terdapat di sejumlah daerah kabupaten/kota.

Terkait Raker Penilaian Kinerja Kab/Kota Dalam Pelaksanaan Konvergensi Intervensi Penurunan Stunting, Gubernur Rohidin meminta kepada para kepala daerah untuk serius dalam menangani permasalahan stunting ini. Di antaranya melalui program – program strategis kepala daerah.

“Kita harapkan melalui kegiatan ini penurunan angka stunting itu bisa betul – betul terjadi secara signifikan, di mana kepedulian dan tanggung jawab dari kepala daerah dengan program – program strategisnya melalui dinas kesehatan dan Bappeda, kemudian dana desa juga bisa digunakan, karena ini menyangkut masa depan generasi maka penting sekali,” tegas Gubernur Rohidin.

Adapun tujuan dari diadakannya Raker Penilaian Kinerja Kab/Kota Dalam Pelaksanaan Konvergensi Intervensi Penurunan Stunting Teritegritas Tahun 2021 Provinsi Bengkulu guna mengukur tingkat kinerja, akuntabilitas, evaluasi dan apresiasi terhadap kinerja pemerintah kabupaten/kota dalam pelaksanaan 8 aksi konvergensi penurunan stunting.

Loading

Comments

Baca Lainnya

Lonjakan Harga BBM Tembus Rp23 Ribu/Liter, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

18 April 2026 - 22:09 WITA

bbm

OJK Perkuat Pengawasan Industri PPDP, Dukung Perekonomian Nasional

14 April 2026 - 08:21 WITA

Modus Janjikan Pengaturan Perkara, Empat Oknum Mengaku Pegawai KPK Ditangkap

10 April 2026 - 19:19 WITA

BPKH Salurkan Uang Saku Haji 2026, Jemaah Terima 750 Riyal untuk Kebutuhan di Tanah Suci

10 April 2026 - 15:46 WITA

Bongkar Mafia Narkoba di Balik Jeruji, Menteri Agus: Siap Sikat Tanpa Pandang Bulu

10 April 2026 - 13:59 WITA

Trending di Nasional