Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Ekobis

250.000 Ton Gula Pasir Segera Dipasok ke Pasar, SYL: Kami Pastikan Ketersediaan

badge-check

					Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo saat meninjau pabrik gula milik PT Angels Products di Cilegon, Banten, Rabu (8/4/2020). ANTARA/HO Kementerian Pertanian/am. Perbesar

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo saat meninjau pabrik gula milik PT Angels Products di Cilegon, Banten, Rabu (8/4/2020). ANTARA/HO Kementerian Pertanian/am.

BERITA.NEWS, Jakarta – Kementerian Pertanian bersama Kementerian Perdagangan dan Kementerian Perindustrian segera menggelontorkan 250.000 ton gula pasir konsumsi ke pasar guna menekan dan menstabilisasi harga komoditas tersebut yang maish tinggi.

Saat meninjau pabrik gula milik PT Angels Products di Cilegon, Banten, guna mengecek ketersedian komoditas tersebut, terutama di masa pandemi corona dan menghadapi Ramadhan serta hari raya Idul Fitri, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, di Cilegon, Rabu, mengatakan, “Kami sudah memastikan ketersedian stok gula sebagai sikap cepat agar kelangkaan dapat diatasi sesegera mungkin.” .

Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS), harga rata-rata gula pasir nasional hingga Rabu (8/4) ini sudah mencapai Rp18.550 per kilogram. Harga tersebut lebih tinggi dibandingkan harga eceran tertinggi (HET) gula yakni Rp12.500 per kg.

Oleh karena itu, Mentan menegaskan pihaknya bersinergi dengan kementerian terkait dan Kepolisian RI untuk secepatnya menstabilkan harga gula. Kesiapan dalam negeri terus diupayakan bersamaan dengan impor dari negara lain yang diharapkan dapat segera masuk, terutama dalam menangani isu kelangkaan.

Kementerian Perdagangan sebelumnya telah mengeluarkan keputusan untuk mengalihkan stok gula rafinasi sebesar 250.000 ton yang biasa digunakan oleh industri makanan dan minuman, untuk diolah menjadi gula kristal putih atau gula konsumsi masyarakat.

Sebanyak 250.000 ton gula rafinasi tersebut saat ini berada di pabrik-pabrik industri gula di Indonesia. Artinya, tidak memerlukan waktu lagi untuk memasukkan barang tersebut ke dalam negeri, atau tidak diperlukan impor.

Sementara itu, Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim), Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo, mengatakan pihaknya bersama dengan Kementan, Kementerian Perdagangan serta Kementerian Perindustrian melakukan evalusi terkait gula setiap harinya.

Evaluasi tersebut menyangkut gula yang diproduksi petani tebu dalam negeri dan gula kristal putih dari impor maupun penugasan untuk memproses gula rafinasi oleh industri yang kemudian akan diarahkan ke masyarakat.
Baca juga: Polres Madiun amankan 4.350 kilogram gula pasir diduga penimbunan
​​​​​​​
Sigit menegaskan pihaknya akan bertindak serius dalam pengawasan ketersediaan dan distribusi pangan, terutama di masa wabah corona dan menjelang Ramadhan. Saat ini, sudah ada 15 kasus yang sedang ditangani Bareskrim terkait penimbunan pangan.

“Satgas pangan juga selalu melakukan pemantauan harga pangan. Jika harga melebihi harga pasaran, kita akan telusuri dan kita beri sanksi yang tegas jika ada terjadi penimbunan,” kata Sigit.

. Antara

Loading

Comments

Baca Lainnya

KPwBI Sulsel Kick Off Program UMKM dan Pesantren Rewako 2026

28 April 2026 - 12:55 WITA

PLN Icon Plus Dukung Layanan Andal pada Retret DPRD di Lembah Tidar Magelang

24 April 2026 - 07:34 WITA

PLN Icon Plus Perkuat Profesionalitas Karyawati melalui Program Awareness di Hari Kartini

23 April 2026 - 20:04 WITA

Investor Global Abu Dhabi Ports Group Lirik Potensi Investasi Makassar New Port

23 April 2026 - 11:36 WITA

Nuansa Alam dan Cita Rasa Rumahan, RM Jabar Resto & Cafe Jadi Destinasi Kuliner di Sinjai

18 April 2026 - 19:56 WITA

Rumah Makan
Trending di Ekobis