Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Sinjai

2.040 Ternak di Sinjai Sembuh dari PMK, DPKH Gencarkan Vaksinasi dan Perketat Pengawasan

badge-check

					Kepala DPKH Sinjai, H. Burhanuddin. (Foto: Berita.News/ Syarif) Perbesar

Kepala DPKH Sinjai, H. Burhanuddin. (Foto: Berita.News/ Syarif)

BERITA.NEWS, SINJAI – Jumlah kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menyerang ribuan ternak di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan mulai menunjukkan tren penurunan.

Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kabupaten Sinjai mencatat telah menangani sebanyak 3.234 kasus ternak yang terjangkit PMK.

Kepala DPKH Sinjai, H. Burhanuddin, mengungkapkan bahwa dari jumlah tersebut, sebanyak 2.040 ekor ternak telah dinyatakan sembuh.

Sementara itu, 25 ekor mati dan sisanya, sebanyak 1.169 ekor, masih dalam proses penanganan.

“Sudah sembuh 2.040, mati 25. Sisa kasus yang sedang kami tangani 1.169,” ujarnya saat dikonfirmasi Berita.News pada Selasa (22/4/2025).

Burhanuddin menjelaskan bahwa PMK merupakan penyakit yang dapat disembuhkan apabila ditangani secara cepat dan tepat oleh tenaga medis hewan.

Baca Juga :  Breaking News! Kajari Sinjai Resmi Dipindah, Nasib Kasus Korupsi PDAM Menggantung

Oleh karena itu, ia mengimbau kepada seluruh pemilik ternak agar segera melaporkan apabila ditemukan tanda-tanda PMK pada hewan ternaknya.

Dengan laporan yang cepat, petugas atau dokter hewan dari DPKH Sinjai dapat langsung turun untuk melakukan penanganan dini guna mencegah penyebaran lebih lanjut.

Sebagai langkah penanggulangan, DPKH Sinjai telah melakukan pengobatan terhadap ternak yang sakit, intensifikasi vaksinasi di daerah bebas dan pada ternak yang masih sehat, serta pengawasan ketat terhadap lalu lintas ternak antar daerah.

Selain itu, penyuluhan dan edukasi kepada masyarakat juga terus dilakukan agar semua pihak dapat bekerja sama dalam mencegah dan mengendalikan penyebaran PMK.

Diketahui, penyebaran PMK di Kabupaten Sinjai terjadi di delapan kecamatan wilayah daratan dan belum ditemukan kasus di wilayah kepulauan, khususnya Pulau Sembilan.

Burhanuddin juga mengingatkan agar masyarakat tidak panik dan tidak menjual ternaknya yang terjangkit PMK dengan harga murah, atau bahkan memotongnya dan menjual dagingnya.

Loading

Comments

Baca Lainnya

Belum Tuntas Dugaan Korupsi PDAM, Kajari Sinjai Malah Dipindah! Segini Harta Kekayaan Mohammad R Bugis

14 April 2026 - 14:11 WITA

harta-kekayaan

Breaking News! Kajari Sinjai Resmi Dipindah, Nasib Kasus Korupsi PDAM Menggantung

14 April 2026 - 12:53 WITA

mutasi

Mutasi Besar-besaran di Polres Sinjai! Ini Daftar Lengkap Pejabat Baru yang Dilantik

14 April 2026 - 09:39 WITA

sertijab

Operasi Mendadak di Sinjai, Pedagang Pasar Mannanti Kaget Saat Rokok Ilegal Disapu Bersih

13 April 2026 - 13:33 WITA

rokok-ilegal

Beredar Kabar Camat Beri Izin, Tokoh Masyarakat Bongkar Fakta Mengejutkan Soal Pengobatan Puang Risal

11 April 2026 - 18:44 WITA

dukun-viral
Trending di Sinjai