Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Hukum dan Kriminal

Warga Selayar Rugi Rp33,9 Juta! Ponsel Tiba-Tiba Mati Setelah Terima Pesan WA yang Ngaku Petugas Taspen

badge-check

					Warga Selayar Rugi Rp33,9 Juta! Ponsel Tiba-Tiba Mati Setelah Terima Pesan WA yang Ngaku Petugas Taspen Perbesar

BERITA.NEWS, Selayar — Sebuah aksi penipuan berkedok verifikasi data kembali memakan korban di Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan.

Seorang warga Kecamatan Bontomatene berinisial PT (60) harus kehilangan uang sebesar Rp33.900.000 setelah mengikuti instruksi dari pelaku yang mengaku sebagai petugas PT. Taspen melalui pesan WhatsApp.

Kasus ini terungkap setelah korban melapor ke Polres Kepulauan Selayar pada Jumat (05/12/2025).

Peristiwa bermula ketika pelaku menghubungi korban dan meminta mencocokkan data diri serta akun Gmail dengan dalih verifikasi.

Karena disebut ada data yang tidak sesuai, korban diarahkan mengikuti seluruh instruksi pelaku, termasuk membuka aplikasi Google Chrome dan memasukkan kode verifikasi.

Tak lama kemudian, ponsel korban tiba-tiba mati total. Dalam waktu bersamaan, ponsel milik istrinya, saksi SN, menerima notifikasi Gmail bahwa uang sebesar Rp33,9 juta telah dipindahkan dari rekening korban ke rekening seseorang bernama Robiyansyah.

Baca Juga :  Polres Maros Buka Suara, Isu Tangkap Lepas Pelaku Narkoba Dibantah Keras

Saat ponsel korban kembali menyala, seluruh data sudah hilang dan perangkat kembali ke setelan pabrik.

Kasat Reskrim Polres Kepulauan Selayar, Iptu Sukarman, mengungkapkan bahwa modus seperti ini marak terjadi dan memanfaatkan kelengahan masyarakat dalam menjaga data pribadi.

“Pelaku kerap mengaku sebagai petugas lembaga resmi untuk mendapatkan akses akun Google atau perangkat korban. Begitu data didapatkan, mereka bisa mengambil alih ponsel dan menguras saldo bank. Kami mengimbau agar masyarakat tidak pernah memberikan data pribadi, kode OTP, atau mengklik tautan dari nomor tidak dikenal,” ujar Iptu Sukarman, Sabtu (06/12/2025).

Ia menegaskan bahwa lembaga resmi, termasuk PT Taspen maupun perbankan, tidak pernah meminta data sensitif lewat WhatsApp atau telepon.

Kapolres Kepulauan Selayar, AKBP Didid Imawan, juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap komunikasi mencurigakan.

“Jangan mudah percaya pada pesan dari nomor asing. Jika ragu, segera hubungi layanan darurat 110. Cukup tekan 110 dari ponsel, dan Anda akan langsung terhubung dengan pihak Kepolisian untuk mendapat klarifikasi,” tegasnya.

Polres Kepulauan Selayar kini tengah menyelidiki kasus tersebut.

Kapolres berharap masyarakat semakin berhati-hati dan tidak memberikan akses apa pun kepada pihak yang tidak dikenal, guna menghindari menjadi korban kejahatan digital.

Loading

Comments

Baca Lainnya

Polres Maros Buka Suara, Isu Tangkap Lepas Pelaku Narkoba Dibantah Keras

19 April 2026 - 09:58 WITA

Polres Sinjai Tertibkan Arena Judi Sabung Ayam, Pelaku Diduga Melarikan Diri

14 April 2026 - 21:10 WITA

sabung-ayam

Dua Pelaku Penganiayaan di Turatea Jeneponto Diamankan, Polisi Buru Pelaku Lain

14 April 2026 - 19:12 WITA

penganiayaan

Wartawan di Sinjai Diintimidasi Usai Liput Penyaluran BBM Subsidi di SPBU, Said Mattoreang Lapor Polisi

14 April 2026 - 16:02 WITA

jurnalis

Penyidikan Sejak Awal 2025, Polres Sinjai Belum Umumkan Tersangka Kasus Ceklok Disdik

14 April 2026 - 15:36 WITA

korupsi
Trending di Hukum dan Kriminal