Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Daerah

Walikota Semarang Bangun Kampung Nelayan Tambakrejo

badge-check

					Walikota Semarang Bangun Kampung Nelayan Tambakrejo Perbesar

BERITA.NEWS, Semarang – Di tengah masa pandemi virus corona atau Covid-19, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi berupaya untuk tetap melaksanakan rencananya membangun Kampung Nelayan di wilayah Tambakrejo, Kota Semarang.

Sedikitnya ada 97 rumah deret akan dibangun di bekas wilayah Kalimati, Kelurahan Tanjung Emas, Kecamatan Semarang Utara. Rumah deret tersebut nantinya diperuntukkan bagi warga terdampak program normalisasi Sungai Banjir Kanal Timur (BKT).

Pembangunan tersebut juga menjadi bagian komitmen Wali Kota Semarang yang akrab disapa Hendi itu, dalam memperkecil dampak konflik pembangunan di Ibu Kota Jawa Tengah.

Untuk itu dirinya pun hadir secara pribadi untuk melakukan groundbreaking pembangunan Kampung Nelayan Tambakrejo, Selasa (7/7/2020). “Ditargetkan selesai pada awal Desember tahun 2020 ini,” kata Hendi.

Dia berharap rumah deret tersebut menjadi Kampung Nelayan dan hunian yang nyaman bagi warga Tambakrejo. “Kami ingin pembangunan Kampung Nelayan Tambakrejo ini dapat dilakukan dengan baik, agar menjadi contoh project-project lainnya jika memerlukan relokasi,” katanya.

Menurut Hendi, relokasi tidak selalu berdampak buruk. Namun apabila dilakukan penanganan secara baik justru dapat memberikan manfaat. “Lingkungannya menjadi lebih sehat, serta rezeki yang lebih banyak bagi warga,” ungkapnya.

Baca Juga :  Lapas Palopo Edukasi Warga Binaan Lewat Sosialisasi KUHP Baru

Hendi menceritakan bahwa penentuan lokasi rumah deret di kawasan ex Kalimati diambil dari hasil diskusi dengan warga yang berharap dapat mendekatkan area pemukiman dengan tempat kerjanya sebagai nelayan.

“Warga masyarakat menginginkan jika pemukiman yang dibangun nantinya supaya tidak jauh-jauh dengan lokasi mata pencaharian mereka sebagai nelayan. Jadi mudah-mudahan pembangunan kampung nelayan Tambakrejo ini dapat berjalan dengan lancar dan memberi manfaat bagi warga di sini,” kata Hendi.

Lebih lanjut, pembangunan ini juga menjadi salah satu upaya penanganan rob dan banjir di kawasan Semarang Timur, di antaranya termasuk normalisasi lima sungai besar meliputi Kali Tenggang, Kali Sringin, Kali Babon, Kali Banger, serta Banjir Kanal Timur.

Dalam setiap pembangunan hampir bisa dipastikan memiliki proses panjang disertai berbagai konflik dan perdebatan yang cukup alot.

“Proses panjang sebagai upaya penataan Kota Semarang ini dilakukan sejak tahun 2015, ini untuk kepentingan besar masyarakat Kota Semarang. Dan upaya itu kemudian mulai berbuah hasil, terutama untuk warga yang berada di wilayah timur, seperti Tambakrejo, Sawah Besar dan wilayah lainnya,” tandasnya.

Dalam kesempatan tersebut, apresiasi juga disampaikan Hendi kepada warga Tambakrejo atas kegigihan dan komunikasi aktif yang tak pernah putus.

“Kegigihan dan komunikasi aktif yang tak pernah putus. Komunikasi yang kemudian ditindaklanjuti dengan koordinasi dengan kementerian PU inilah yang akhirnya melahirkan izin untuk melaksanakan pembangunan di area bantaran dengan perjanjian ke depannya,” katanya.

  • TRI

Loading

Comments

Baca Lainnya

Lapas Palopo Edukasi Warga Binaan Lewat Sosialisasi KUHP Baru

17 April 2026 - 18:47 WITA

Komitmen Tanpa Kompromi, Rutan Masamba Ikrar Bersih dari Narkoba dan Handphone

17 April 2026 - 12:43 WITA

Waspada El Nino, Kapolres Maros Serukan Siaga Kekeringan dan Kebakaran Hutan

15 April 2026 - 09:38 WITA

Kapolres Maros Dukung Gerakan Pangan, IKA PMII Siap Garap Lahan di Mallawa

14 April 2026 - 17:00 WITA

Rutan Masamba Diklaim Konsisten Razia, Aktivis Bantah Dugaan Pembiaran

14 April 2026 - 15:10 WITA

Trending di Daerah