BERITA.NEWS,Maros-Tular Nalar 3.0 Program Mafindo kembali menggema. Kali ini dilaksanakan oleh Komunitas Jurnalis Sulsel di SMAN 1 Maros, Sulsel, Minggu (9/12/2023).
Kegiatan ini bertujuan memberi edukasi demokrasi dan antihoaks terhadap para siswa kelas 12. Para siswa yang menjadi peserta adalah mereka yang telah berusia 17 tahun atau akan memasuki 17 tahun per awal Februari 2023 nanti.

Sebanyak 100 siswa terlibat dalam kegiatan edukatif ini. Digelar dengan suasana santai tapi serius, para peserta sangat antusias mengikuti seluruh tahapan kegiatan hingga selesai. Bahkan ada yang masih meminta dilanjutkan, padahal waktu telah habis.
“Kak, boleh ditambah lagi? Saya suka permainannya,” ujar Gina, salah seorang peserta dari Kelas 12.
Gina dan teman-temannya sangat menikmati kegiatan. Terutama karena fasilitator yang mendampingi, sering kali mengeluarkan game-game kecil yang membuat mereka senang dan tidak jenuh. Mereka juga lekas menangkap materi yang disampaikan.
Mulai materi kiat mencegah dan melawan hoaks, hingga hierarki lembaga negara di tiga sektor: legislatif, eksekutif, dan yudikatif. Mereka sadar, tanpa menggunakan daya pikir kritis dan rasional, hoaks akan mudah “menyerang” generasi muda. Karenanya, rasionalitas merupakan kunci menghadapi hoaks, terutama pada masa pemilu seperti saat ini.
“Hoaks merusak pertemanan dan memancing emosi orang, sehingga rawan konflik,” tambah Asni, salah seorang peserta yang ikut ambil bagian dalam kegiatan yang diinisiasi Masyarakat Antifitnah Indonesia (Mafindo) ini.
Salah seorang fasilitator Tular Nalar, Hardianti, mengapresiasi kegiatan ini. Persiapan matang telah dilakukan sebelum hari H. Serangkaian meeting dan simulasi mewarnai persiapan sebelum ke SMAN 1 Maros.
Apalagi dengan melihat antusiasme peserta, turut memberi semangat untuk melaksanakan penyadaran akan informasi dan partisipasi politik kaum muda, terutama untuk pemilih pemula.
PIC Mitra Tular Nalar SMAN 1 Maros, Humaerah, menambahkan, sasaran utama dari kegiatan ini adalah memastikan keterlibatan pemilih pemula yang masih duduk di bangku sekolah. Suara mereka menjadi penentu bagi masa depan bangsa. Apalagi, kelompok usai muda ini secara populasi masih sangat besar.
Sementara itu perwakilan Bawaslu Maros, Sayyed Mahmuddin Assaggaf Divisi Pencegahan, Humas dan Parmas mengatakan jika kegiatan ini sangat membantu mereka mensosialisasikan partisipasi pemilih pemula dalam pemilu 2024 ini. “ penginderaan hoaks ini penting untuk meminimalisir bahkan menghilangkan pelanggaran dan proses dan tahapan pemilu. Kami harapkan generasi Z ini bisa menjadi garda terdepan menciptakan demokrasi di Indonesia yang kritis” ungkap Mahmuddin.
Wakil Kepala SMAN 1 Maros bidang kurikulum, Jupridin menambahkan jika antusias siswa mengikuti kegiatan dengan konsep diskusi ini semoga bisa ditularkan dan dipraktekkan dalam pembelajaran mereka di sekolah.
Sekolah Kebangsaan Tular Nalar ini telah digelar hampir di seluruh Indonesia. telah melibatkan ribuan siswa-siswi SMA kelas 3 dan mahasiswa-mahasiswi angkatan pertama sebagai the first voter.
![]()





























