Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Internasional

Trump: Pembatasan Akibat Corona Bakal Sebabkan Ribuan Kasus Kematian

badge-check

					Presiden Amerika Serikat Donald Trump memimpin instruksi harian satuan tugas virus corona (COVID-19) di Gedung Putih, Washington, Amerika Serikat, Jumat (20/3/2020). (REUTERS/JONATHAN ERNST) Perbesar

Presiden Amerika Serikat Donald Trump memimpin instruksi harian satuan tugas virus corona (COVID-19) di Gedung Putih, Washington, Amerika Serikat, Jumat (20/3/2020). (REUTERS/JONATHAN ERNST)

BERITA.NEWS, Washington – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan bahwa pembatasan akibat virus corona, yang telah melumpuhkan bisnis di banyak tempat di seluruh negeri, dapat menyebabkan bunuh diri atau kematian lainnya.

“Anda akan lebih banyak kehilangan banyak orang dengan memberlakukan resesi atau depresi besar-besaran di sebuah negara. Anda akan kehilangan orang. Anda bakal menghadapi ribuan kasus bunuh diri,” kata presiden melalui Fox News Channel, Selasa (24/3/2020).

Presiden tidak mengutip bukti yang mendukung pernyataan tersebut.

“Kami harus membangkitkan negara kami kembali. Negara kami ingin kembali beraktivitas,” kata Trump.

“Tindakan ini lebih buruk ketimbang masalahnya. Sekali lagi, masyarakat, banyak masyarakat – menurut saya lebih banyak masyarakat – akan mati jika kami membiarkan ini terus berlanjut. Kita harus kembali bekerja. Masyarakat kami ingin kembali bekerja.”

Wabah COVID-19 telah menginfeksi lebih dari 50.000 orang di Amerika Serikat dan menelan sedikitnya 660 korban jiwa, menutup ribuan bisnis, menyebabkan jutaan orang kehilangan pekerjaan dan membuat gubernur negara bagian memerintahkan sekitar 100 juta orang, hampir sepertiga populasi negara, untuk tetap berada di rumah.

. Reuters/Antara

Loading

Comments

Baca Lainnya

Harapan Damai di Ujung Tanduk, Pembicaraan AS–Iran Terhenti di Islamabad

12 April 2026 - 13:07 WITA

Iran Kunci Selat Hormuz di Tengah Perang, Janji Dibuka Usai Konflik

11 April 2026 - 10:13 WITA

Erdogan Menang Pilpres, Pimpin Turki Hingga 2028

29 Mei 2023 - 10:12 WITA

Indonesia Bekuk Thailand 5 – 2 di Final, Raih Emas Setelah 32 Tahun

16 Mei 2023 - 23:30 WITA

Andalan Pakai Baju Adat Jadi Pembicara di Forum UNESCO

22 Februari 2023 - 14:44 WITA

Trending di Internasional