Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Daerah

Taufan Pawe Minta Pengurus Aisyiyah Kolaborasi Pemkot Atasi Stunting

badge-check

					Taufan Pawe di Acara Muscab Muhammadiyah dan Aisyiyah Kota Parepare (dok) Perbesar

Taufan Pawe di Acara Muscab Muhammadiyah dan Aisyiyah Kota Parepare (dok)

BERITA.NEWS,Parepare- Wali Kota Parepare Taufan Pawe mengajak Pengurus Daerah Aisyiyah turut membantu pemerintah atasi permasalah stunting.

Olehnya itu, Taufan Pawe meminta kepada Pengurus Daerah Aisyiyah agr berkonsultasi denga SKPD terkait.

“Silahkan kita buat MOU bersama antara Aisyiyah dengan SKPD terkait dalam penangan stunting ini,

saya perintahkan Asisten I untuk bergerak mengawal hal tersebut, sehingga kita bersama-sama Aisyiyah menangani persoalan stunting ini,” ajak Taufan Pawe.

Taufan Pawe, mengatakan, persoalan stunting ini memang perlu ada metodologi khusus yang dilakukan, termasuk bagaimana stunting ini harus ditangani sejak dini.

“Persoalan stunting ini bukan hanya persoalan ukuran tubuh, tapi bagaimana persoalan IQ dan juga fingsi otak,

Baca Juga :  Komitmen Tanpa Kompromi, Rutan Masamba Ikrar Bersih dari Narkoba dan Handphone

maka kemudian persoalan stunting tidak akan bisa dikendalikan hanya karena proses penanganan pada bayi,

tapi perlu ditangani mulai dari Proses Kehamilan hingga proses kelahiran, bahkan kita berharap kedepan penangan juga bisa dilakukan pada Ibu yang sedang Program kehamilan,” jelasnya.

Taufan juga menantang kedepan bagaimana Kementrian Agama menghadirkan Program bagi yang ingin melangsungkan pernikahan, maka harus dibekali sertifikat pelatihan pencegahan stunting.

“Kami juga tantang Kementrian Agama bagaimana setiap warga yang akan menikah terlebih dahulu melalui proses pelatihan pencegahan stunting,

dan itu harus dibuktikan melalui sertifikat, jadi nanti bisa dinikahkan jika telah memiliki sertifikat tersebut,” tegasnya.

Loading

Comments

Baca Lainnya

Lapas Palopo Edukasi Warga Binaan Lewat Sosialisasi KUHP Baru

17 April 2026 - 18:47 WITA

Komitmen Tanpa Kompromi, Rutan Masamba Ikrar Bersih dari Narkoba dan Handphone

17 April 2026 - 12:43 WITA

Waspada El Nino, Kapolres Maros Serukan Siaga Kekeringan dan Kebakaran Hutan

15 April 2026 - 09:38 WITA

Kapolres Maros Dukung Gerakan Pangan, IKA PMII Siap Garap Lahan di Mallawa

14 April 2026 - 17:00 WITA

Rutan Masamba Diklaim Konsisten Razia, Aktivis Bantah Dugaan Pembiaran

14 April 2026 - 15:10 WITA

Trending di Daerah