Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Daerah

Tangani Dugaan Keracunan MBG di Marbo, Dinkes Sampaikan Hasil Lab

badge-check

					Tangani Dugaan Keracunan MBG di Marbo, Dinkes Sampaikan Hasil Lab Perbesar

BERITA.NEWS– Hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang dikonsumsi oleh siswa-siswa di sejumlah sekolah dasar di Kabupaten Takalar menunjukkan hasil ambang batas normal, Kamis (27/02/25).

Menurut laporan dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Takalar yang dikonfirmasi melalui dr. Nilal Fauziah Kepala Dinas Kesehatan mengatakan hasil pemeriksaan fisik, kimia, dan bakteriologis makanan tersebut berada dalam batas normal dan dinyatakan aman.

“Meskipun beberapa siswa mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi MBG pada Rabu, 26 Februari 2025, hasil pemeriksaan laboratorium membuktikan tidak adanya masalah pada kualitas makanan. Metode pemeriksaan yang dilakukan meliputi tes fisik, teskit, dan penggunaan food thermometer, yang semua memberikan hasil yang baik,” ujar dr. Nilal melalui pesan whatsapp Kamis (27/02/25).

Namun, untuk memastikan tidak ada reaksi alergi yang tidak terdeteksi, Dinkes Takalar berencana melaksanakan skrining alergi kepada semua siswa yang menerima makanan bergizi gratis tersebut.

Baca Juga :  Komitmen Tanpa Kompromi, Rutan Masamba Ikrar Bersih dari Narkoba dan Handphone

“Skrining akan dilakukan melalui wawancara langsung dengan siswa untuk mengetahui apakah ada di antara mereka yang memiliki riwayat alergi terhadap bahan makanan tertentu”.tutup Kepala Dinas Kesehatan Takalar.

Sebelumnya diberitakan adanya tiga sekolah dasar di lengkese Takalar, yakni SD Kapunrengan, SD Bonto Ba’do, dan SD Lengkese adanya siswa yang mengalami gejala keracunan setelah menikmati makanan bergizi gratis ternyata hanya alergi dengan lauk ikan.

Sebanyak 12 orang dari 3.219 siswa dari tiga sekolah tersebut dilaporkan terpengaruh, dengan rincian 10 siswa dari SD Kapunrengan, 1 siswa dari SD Bonto Ba’do, dan 1 siswa dari SD Lengkese.

Loading

Comments

Baca Lainnya

Lapas Palopo Edukasi Warga Binaan Lewat Sosialisasi KUHP Baru

17 April 2026 - 18:47 WITA

Komitmen Tanpa Kompromi, Rutan Masamba Ikrar Bersih dari Narkoba dan Handphone

17 April 2026 - 12:43 WITA

Waspada El Nino, Kapolres Maros Serukan Siaga Kekeringan dan Kebakaran Hutan

15 April 2026 - 09:38 WITA

Kapolres Maros Dukung Gerakan Pangan, IKA PMII Siap Garap Lahan di Mallawa

14 April 2026 - 17:00 WITA

Rutan Masamba Diklaim Konsisten Razia, Aktivis Bantah Dugaan Pembiaran

14 April 2026 - 15:10 WITA

Trending di Daerah