Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Pemprov Sulsel

Sunat Massal Anak di Sulsel, Peringati Hari Down Syndrome International 

badge-check

					Sunat Massal Anak di Sulsel, Peringati Hari Down Syndrome International  Perbesar

BERITA.NEWS,Makassar- Ketua TP PKK Sulsel Naoemi Octarina hadiri kegiatan sunat massal anak berkebutuhan khusus, peringat hari Down syndrome Internasional di RS Sayang Rakyat.

Naoemi dalam sambutannya mengapresiasi kegiatan sunat massal rangkaian memperingati Hari Anak Down Syndrome Internasional 21 Maret 2022 lalu.

“Sinergi semua pihak sehingga bisa terlaksana sunatan massal ini, khususnya anak down syndrome.

Karena untuk anak down syndrome perlu perlakuan khusus dalam melakukan khitan ini,” kata Naoemi.

Ia mengatakan sunat wajib bagi muslim, khusus ikhwan (laki-laki). Hal ini sangat baik dari sisi kesehatan maupun agama.

Sunatan ini pada anak usia 8-16 tahun. Ia berharap kegiatan ini menjadi inspirasi kabupaten/kota dan desa serta bermanfaat buat orang banyak.

Baca Juga :  Mensos RI Kumpulkan Para Kadis Sosial se-Sulsel Ingatkan Pemuktahiran Data PKH

“Anak adalah anugerah dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Tidak ada produk gagal, semuanya adalah produk sempurna dari Allah,

semuanya sempurna dari Allah. Ada anak yang dilahirkan normal, ada anak yang dilahirkan istimewa,” sebutnya.

Tidak kalah pentingnya adalah menghilangkan stigma negatif, tidak membedakan anak-anak, termasuk mereka anak down syndrome.

Sementara, Direktur Rumah Sakit Sayang Rakyat dr. ST. Haeriyah Bohari menyampaikan, RS Sayang Rakyat saat ini memiliki dua fasilitas pelayanan kesehatan.

Yakni, Fasilitas Gedung Rehabilitasi Narkoba dengan nama Rumah Sayang Anak Bangsa. Fasilitas ini merawat pasien yang tergantung obat-obatan terlarang (narkoba) baik laki-laki maupun perempuan, mulai dari remaja hingga dewasa.

“Apalagi kalau ada anak remaja, yang masa depannya masih panjang, banyak di sini anak-anak kami rawat,” sebutnya.

Loading

Comments

Baca Lainnya

Mensos RI Kumpulkan Para Kadis Sosial se-Sulsel Ingatkan Pemuktahiran Data PKH

18 April 2026 - 20:52 WITA

Pemprov Kebut Pengaspalan Ruas Aroepala Malam Hari, Atasi Keluhan Debu

18 April 2026 - 09:36 WITA

Hari Jadi ke-66, Gubernur Sulsel Dorong Parepare Jadi Percontohan Pengelolaan Sampah Terintegrasi

14 April 2026 - 14:24 WITA

Hari Jadi Enrekang ke 66, Andi Sudirman Serahkan Bantuan Rp 10 M: Sejahterakan Masyarakat 

14 April 2026 - 08:13 WITA

Pengadaan Randis Lexus LM Sesuai Aturan dan Berbasis Efisiensi Aset

12 April 2026 - 05:51 WITA

Trending di Pemprov Sulsel