Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Daerah

Solusi di Masa Pandemi, Hendi Gagas Urban Fishing di Kota Semarang

badge-check

					Walikota Semarang Hendrar Prihadi melakukan panen raya budidaya ikan nila di Polaman, Mijen, Selasa (28/7). Perbesar

Walikota Semarang Hendrar Prihadi melakukan panen raya budidaya ikan nila di Polaman, Mijen, Selasa (28/7).

BERITA.NEWS, Semarang – Walikota Semarang Hendrar Prihadi mengungkapkan, kota metropolitan yang dipimpinnya berupaya menjaga keseimbangan isu ekonomi dan lingkungan. Karena itu, walikota yang akrab disapa Hendi ini menuturkan, perlunya partisipasi masyarakat dalam melakukan aktifitas ekonomi yang juga berdampak positif pada lingkungan.

Setelah sebelumnya menggalakkan urban farming di Kota Semarang, kini Hendi pun juga menggerakkan masyarakat untuk menginisiasi urban fishing di lingkungan masing-masing.

Menurutnya, memanfaatkan lingkungan perkotaan untuk budidaya ikan, jadi salah satu hal yang perlu untuk ditumbuhkembangkan. Apalagi konsumsi makan ikan di Indonesia baru sebesar 33,3 kg per kapita per tahun.

“Angka itu juga masih tergolong sangat rendah, jika dibandingkan negara lain. Maka konsumsi ikan harus kita dorong, karena dapat mengatasi stunting, serta meningkatkan kecerdasan,” ujar Hendi.

Hal itu disampaikannya saat melakukan panen raya budidaya ikan nila di Polaman, Mijen, Selasa (28/7).

Di sisi lain, Hendi mengaku meskipun pemanfaatan pesisir untuk budidaya ikan menjadi salah satu yang harus didorong, namun budidaya ikan tawar di wilayah perkotaan justru menjadi fokus utama.

Baca Juga :  Komitmen Tanpa Kompromi, Rutan Masamba Ikrar Bersih dari Narkoba dan Handphone

“Contohnya hari ini, Mijen yang notabene jauh dari laut, justru dapat menghasilkan ikan nila dan ikan tawar lainnya. Di Pedurungan juga seperti itu, ada budidaya ikan lele yang sangat produktif untuk ekonomi kerakyatan. Maka dilihat dari sisi ekonomi, urban fishing juga dapat dimanfaatkan jadi salah satu solusi di masa pandemi Covid-19,” tekannya.

Menurutnya, orang tidak perlu pergi jauh untuk mendapatkan ikan, bisa untuk konsumsi keluarga, atau bahkan dijual ke tetangga dan kerabat, sehingga dapat meningkatkan ekonomi keluarga.

“Kegiatan semacam ini pasti akan kita dukung, jika terus dilakukan harapannya ekonomi dapat terus tumbuh dengan baik. PR-nya adalah bagaimana meningkatkan produksi ikan sebanyak-banyaknya, sebagai komoditas ekonomi yang seluruh lapisan warga kota Semarang dapat menikmatinya,” jelas Hendi.

Dalam kegiatan yang diadakan oleh Kelompok Budidaya Ikan (Pokdakan) Mina Barokah tersebut, tak lupa Hendi mengingatkan masyarakat untuk tertib terhadap SOP kesehatan.

“Jika kita tertular dan tidak diobati bisa berbahaya, maka harus paham bagaimana caranya agar tidak kena covid dengan cara work from home, sekolah daring, agar tidak berkerumun dan terjadi penyebaran. Untuk itu pakai masker, cuci tangan, dan jaga jarak itu mutlak dilakukan,” pungkasnya.

. TRI

Loading

Comments

Baca Lainnya

Lapas Palopo Edukasi Warga Binaan Lewat Sosialisasi KUHP Baru

17 April 2026 - 18:47 WITA

Komitmen Tanpa Kompromi, Rutan Masamba Ikrar Bersih dari Narkoba dan Handphone

17 April 2026 - 12:43 WITA

Waspada El Nino, Kapolres Maros Serukan Siaga Kekeringan dan Kebakaran Hutan

15 April 2026 - 09:38 WITA

Kapolres Maros Dukung Gerakan Pangan, IKA PMII Siap Garap Lahan di Mallawa

14 April 2026 - 17:00 WITA

Rutan Masamba Diklaim Konsisten Razia, Aktivis Bantah Dugaan Pembiaran

14 April 2026 - 15:10 WITA

Trending di Daerah