BERITA.NEWS, Sinjai — Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun Ajaran 2025/2026 di UPTD SMPN 21 Sinjai berlangsung sukses.
Kegiatan ini digelar sejak 14 hingga 19 Juli 2025 dengan pendekatan humanis dan inklusif.

MPLS ini dirancang agar siswa baru mendapatkan pengalaman awal yang menyenangkan.
Tidak ada tekanan, melainkan semangat kekeluargaan, edukasi, dan adaptasi sosial.
Kegiatan dibuka secara resmi pada Senin, 14 Juli 2025.
Seremoni pembukaan turut dihadiri oleh Kepala Sekolah, Komite, para guru, orang tua, dan Bupati Sinjai.
Dalam sambutannya, Bupati Sinjai menyampaikan pesan inspiratif kepada siswa baru.
Ia menekankan pentingnya semangat belajar serta perlunya menciptakan sekolah yang aman dan ramah.
“Anak-anak harus merasa senang datang ke sekolah. Lingkungan yang ramah tanpa kekerasan adalah fondasi pendidikan berkualitas,” ujar Bupati Sinjai.
Kepala Sekolah SMPN 21 Sinjai, Razak, S.Pd., menyampaikan rasa bangga atas pelaksanaan MPLS yang dinilai berjalan lancar dan penuh semangat kebersamaan.
“Kami melihat antusiasme luar biasa, baik dari siswa, guru, maupun orang tua. Ini menjadi awal yang baik untuk membangun karakter siswa yang siap belajar,” kata Razak.
Kegiatan ini juga didukung penuh oleh Komite Sekolah. Peran serta orang tua dalam kegiatan hari pertama hingga penutupan menjadi poin penting dari keberhasilan MPLS kali ini.
“MPLS ini menjadi bukti bahwa pendidikan bukan hanya tanggung jawab sekolah, tapi juga keluarga,” ujar Ketua Komite Sekolah, Hasanuddin.
Ketua Panitia MPLS, Mahyuddin, S.Pd., menjelaskan bahwa pendekatan ramah diterapkan sejak awal.
Seluruh aktivitas dirancang untuk membangun kepercayaan diri siswa baru.
“Kami ingin memastikan mereka merasa diterima dan dihargai. Yang ada bukan tekanan, tapi semangat kebersamaan,” jelas Mahyuddin saat ditemui di sela kegiatan.
Mahyuddin menambahkan bahwa MPLS bukan hanya memperkenalkan lingkungan sekolah, tetapi juga menanamkan nilai-nilai karakter, kedisiplinan, dan cinta belajar.
Selama enam hari, siswa mengikuti berbagai kegiatan seperti tur sekolah, pengenalan guru dan tata tertib, ice breaking, permainan edukatif, serta diskusi kelompok.
Mewakili orang tua siswa, Nurul, mengaku senang dengan pendekatan MPLS yang diterapkan. Ia menilai anaknya menjadi lebih semangat dan tidak merasa tertekan.
“Anak saya pulang dengan cerita seru setiap hari. Ini pengalaman awal yang luar biasa bagi mereka,” kata Nurul dengan wajah haru.
Acara penutupan berlangsung pada Sabtu, 19 Juli 2025.
Meskipun sederhana, momen ini diwarnai keceriaan dan semangat siswa baru yang siap menempuh pendidikan.
MPLS Ramah ini menjadi tonggak awal menuju lingkungan sekolah yang menyenangkan dan inklusif.
Seluruh elemen sekolah sepakat untuk menjadikan hal ini sebagai tradisi positif.
“Kami berharap pola MPLS seperti ini bisa terus dilanjutkan. Karena ini yang membuat sekolah terasa seperti rumah kedua,” tutup Kepala Sekolah Razak.
![]()





























