Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Daerah

Sempat Merasa Kedinginan, Pengungsi Gempa Sulbar Meninggal Dunia di Tenda Pengungsian

badge-check

					Korban gempa Sulbar di Kabupaten Majene meninggal di tenda pengungsian karena kedinginan. (Foto: Detik.com) Perbesar

Korban gempa Sulbar di Kabupaten Majene meninggal di tenda pengungsian karena kedinginan. (Foto: Detik.com)

BERITA.NEWS, Majene – Salah seorang pengungsi atas nama, Nurbiah (53) yang merupakan korban gempa Sulbar di Kabupaten Majene, telah meninggal dunia di tenda pengungsian. Sebelum meninggal dunia, korban sempat mengeluh kedinginan di tenda pengunsian.

“Memang kedinginan dan agak berdahak. Itu yang disampaikan ke saya,” kata Kepala Desa Totolisi Kecamatan Sendana, Majene, Suardi seperti dilansir dari laman detikcom, Rabu (20/1/2021).

Suardi mengatakan bahwa korban berada di tempat pengusian bersama 5 orang anaknya sejak hari Jumat (5/1/21). Setelah beberapa hari mengungsi, tepatnya hari Selasa (19/1/21) korban dinyatakan telah meninggal dunia.

“Saya habis salat Subuh pergi jalan-jalan memantau di tenda-tenda. Kebetulan ada orang lewat, katanya ibu yang atas nama Nurbiah itu meninggal di tenda pengungsian,” kata Suardi.

Baca Juga :  Iran Buka Kembali Selat Hormuz, Lalu Lintas Kapal Komersial Kembali Normal

“Saya ke situ saya perkirakan pukul 06.00 Wita, saya sudah pastikan bahwa almarhumah ini sudah meninggal,” sambung Suardi.

Suardi mengatakan bahwa, sehari sebelum meninggal dunia dirinya masih sempat mengunjungi tenda pengungsian milik Nurbiah. Saat kunjungan itulah dirinya mendengar keluhan korban secara langsung yang mengaku kedinginan dan batuk berdahak.

Hanya, Suardi sendiri tidak dapat berbuat banyak. Bantuan logistik dari pemerintah kecamatan atau kabupaten atau provinsi sama sekali belum menjangkau wilayah pengungsian gempa di Desa Totolisi, Kecamatan Cendana, Kabupaten Majene.

“Sama sekali tidak ada Pak. Belum ada bantuan. Artinya yang saya pahami secara resmi (belum ada), kecuali ada pihak keluarganya datang membesuk tidak menyampaikan di pihak pemerintah,” kata Suardi.

“Itu yang saya pahami kalau seperti bantuan itu tidak ada,” katanya menegaskan.

 

Sumber: Detik.com

Loading

Comments

Baca Lainnya

Lonjakan Harga BBM Tembus Rp23 Ribu/Liter, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

18 April 2026 - 22:09 WITA

bbm

Tuduh AS Ingkari Komitmen Negosiasi, Iran Tutup Kembali Selat Hormuz

18 April 2026 - 19:12 WITA

Iran Buka Kembali Selat Hormuz, Lalu Lintas Kapal Komersial Kembali Normal

18 April 2026 - 08:32 WITA

Bikin Resah, Aliansi Keluarga Petani Indonesia Laporkan Feri Amsari ke Polda Metro Jaya

17 April 2026 - 19:45 WITA

Lapas Palopo Edukasi Warga Binaan Lewat Sosialisasi KUHP Baru

17 April 2026 - 18:47 WITA

Trending di Daerah