Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Nasional

Sandiaga: WJNC Tak Kalah dengan Karnaval Kelas Dunia

badge-check

					Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno di pagelaran seni budaya Wayang Jogja Night Carnival (WJNC), Kota Yogyakarta, Jumat (8/10). ANTARA/HO-Kemenparekraf Perbesar

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno di pagelaran seni budaya Wayang Jogja Night Carnival (WJNC), Kota Yogyakarta, Jumat (8/10). ANTARA/HO-Kemenparekraf

BERITA.NEWS, Yogyakarta – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengatakan pagelaran seni budaya Wayang Jogja Night Carnival (WJNC) tak kalah dengan karnaval kelas dunia dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin.

“Wayang Jogja Night Carnival (WJNC) ini kita apresiasi lantaran diikuti beberapa pelaku seni dari 14 Kecamatan atau Kemantren di Kota Yogyakarta yang berhasil mengorkestrasi penampilan sekelas parade carnaval di New Orleans, Amerika Serikat,” kata Menparekraf saat membuka pagelaran tersebut di Kota Yogyakarta sebagaimana dalam keterangannya, Kamis (9/10/2021).

Pagelaran ini merupakan bagian dari Kharisma Event Nusantara (KEN), yaitu salah satu program Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) untuk mendorong kebangkitan ekonomi kreatif di Indonesia.

Lebih lanjut, dikatakan bahwa kegiatan yang sudah diadakan enam kali ini dapat diorkestrasi dengan baik oleh pelaku seni dari 14 Kemantren yang ada di Kota Yogyakarta.

Para penampil ini disebut berpentas di empat area, yaitu area Indraprasta (bercerita tentang para Kesatria-Romance), Pancawati (Kerajaan Kera-Tragedi), Astina (Kerajaan Jin-Komedi), hingga Khayangan (Dewa-Romance) yang tampil secara berurutan.

Sandiaga memuji WJNC tahun ini yang dinilai semakin berinovasi di masa pandemi COVID-19. Sebelum pandemi, kegiatan ini terpusat di satu tempat.

“Jika tahun sebelumnya peserta pawai yang bergerak, tahun ini justru penonton yang berpawai menyaksikan suguhan. Penonton melaju dari panggung ke panggung dengan menunggangi kendaraan hias,” tuturnya.

Ia menganggap hal ini menjadi momentum kebangkitan dan pengembangan pariwisata. Apalagi, ucap dia, Kota Yogyakarta sangat serius dalam upaya pemulihan pandemi dengan menuntaskan vaksinasi COVID-19.

Dalam kesempatan yang sama, Menparekraf juga mengapresiasi peluncuran city branding dari Kota Yogyakarta yaitu ‘YK’ (Yogya Keren) yang diharapkan dapat memiliki brand value tak kalah dengan kota-kota yang ada di dunia seperti New York di Amerika Serikat dan Paris di Prancis.

“YK the city of creative bisa kita promosi dan sosialisasikan agar kelasnya bisa mendunia, tidak kalah dengan New York the city that never sleep atau Paris the city of love. Ini adalah awal kebangkitan parekraf (pariwisata dan ekonomi kreatif) dan ditandai dengan peluncuran YK,” jelas dia.

  • ANTARA

Loading

Comments

Baca Lainnya

Lonjakan Harga BBM Tembus Rp23 Ribu/Liter, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

18 April 2026 - 22:09 WITA

bbm

OJK Perkuat Pengawasan Industri PPDP, Dukung Perekonomian Nasional

14 April 2026 - 08:21 WITA

Modus Janjikan Pengaturan Perkara, Empat Oknum Mengaku Pegawai KPK Ditangkap

10 April 2026 - 19:19 WITA

BPKH Salurkan Uang Saku Haji 2026, Jemaah Terima 750 Riyal untuk Kebutuhan di Tanah Suci

10 April 2026 - 15:46 WITA

Bongkar Mafia Narkoba di Balik Jeruji, Menteri Agus: Siap Sikat Tanpa Pandang Bulu

10 April 2026 - 13:59 WITA

Trending di Nasional