Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Internasional

Rekor, 15.000 Kasus Baru Covid-19 di India dalam Sehari

badge-check

					Pekerja migran dan keluarga mereka menunggu dalam barisan di depan stasiun untuk menaiki kereta menuju kampung halaman mereka di bagian timur Bengal Barat, setelah pemerintah melonggarkan pembatasan penguncian yang diberlakukan untuk menekan laju sebaran virus corona (COVID-19), di Ahmedabad, India, Kamis (18/6/2020). ANTARA FOTO/REUTERS/Amit Dave/WSJ/djo Perbesar

Pekerja migran dan keluarga mereka menunggu dalam barisan di depan stasiun untuk menaiki kereta menuju kampung halaman mereka di bagian timur Bengal Barat, setelah pemerintah melonggarkan pembatasan penguncian yang diberlakukan untuk menekan laju sebaran virus corona (COVID-19), di Ahmedabad, India, Kamis (18/6/2020). ANTARA FOTO/REUTERS/Amit Dave/WSJ/djo

BERITA.NEWS, New Delhi – India mengonfirmasi 15.000 kasus baru COVID-19 dalam catatan satu hari pada Senin (22/6/2020), sebuah rekor baru selama wabah terjadi di negara itu, sehingga totalnya kini mencapai lebih dari 425.000 kasus atau urutan keempat terbanyak di dunia.

Di samping itu, dalam catatan waktu sama terdapat 400 lebih kasus kematian pasien positif COVID-19, menambah angka kematian menjadi 14.000 kasus secara akumulatif sejak kasus pertama muncul pada Januari.

Rasio kasus kematian akibat COVID-19 di India memang relatif rendah jika dibandingkan dengan negara lain yang mencatat jumlah kasus infeksi yang hampir sama, namun para pakar kesehatan masyarakat khawatir rumah sakit tak mampu menghadapi lonjakan kasus.

Sejumlah kedutaan besar asing juga memperingatkan warga negaranya yang berada di India bahwa rumah sakit mungkin tidak mempunyai kapasitas yang cukup untuk dapat menampung mereka.

Kedutaan Besar Jerman, misalnya, mengirimkan pesan kepada warga negaranya yang tinggal di New Delhi bahwa hanya “ada sedikit atau tak ada sama sekali kesempatan” untuk dirawat di rumah sakit jika mereka perlu penanganan terkait COVID-19 ataupun perawatan intensif.

Dalam imbauan resmi, Jerman mengikuti Irlandia dengan menyarankan warga negaranya meninggalkan India karena masalah ketersediaan ruang rawat di rumah sakit tersebut.

Pemerintah wilayah Ibu Kota Delhi mengeluarkan data yang menyebut lebih dari 7.000 tempat tidur di rumah sakit masih tersedia bagi pasien COVID-19 per Senin, namun para pasien yang ingin dirawat mempertanyakan akurasi data itu.

Dalam keadaan ini, dengan proyeksi puncak wabah akan terjadi dalam beberapa pekan atau bahkan beberapa bulan lagi, Perdana Menteri Narendra Modi telah melonggarkan sebagian besar pembatasan pada 8 Juni lalu, setelah berlaku hampir tiga bulan, demi menjalankan kembali roda ekonomi.

. Reuters/Antara

Loading

Comments

Baca Lainnya

Harapan Damai di Ujung Tanduk, Pembicaraan AS–Iran Terhenti di Islamabad

12 April 2026 - 13:07 WITA

Iran Kunci Selat Hormuz di Tengah Perang, Janji Dibuka Usai Konflik

11 April 2026 - 10:13 WITA

Erdogan Menang Pilpres, Pimpin Turki Hingga 2028

29 Mei 2023 - 10:12 WITA

Indonesia Bekuk Thailand 5 – 2 di Final, Raih Emas Setelah 32 Tahun

16 Mei 2023 - 23:30 WITA

Andalan Pakai Baju Adat Jadi Pembicara di Forum UNESCO

22 Februari 2023 - 14:44 WITA

Trending di Internasional