Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Daerah

Rapat TPPS, ini Harapan Pemkab Luwu Percepat Penurunan Stunting

badge-check

					Rapat TPPS, ini Harapan Pemkab Luwu Percepat Penurunan Stunting Perbesar

BERITA.NEWS, Luwu – Sekretaris Daerah Kabupaten Luwu, Drs. H. Sulaiman, M.M membuka rapat koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Luwu tahun 2023 di Aula Bappelitbangda, Belopa, Kamis (06/04/2023).

Sulaiman yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Pelaksana Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Luwu dalam sambutannya menjelaskan stunting merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi kualitas Sumber Daya Manusia menuju SDM Unggul, Indonesia Maju. Percepatan Penurunan Stunting dimulai pada saat masa prakonsepsi sampai dengan 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Arah dan kebijakan pelaksanaan penyelenggaraan Percepatan Penurunan Stunting setidaknya dilaksanakan melalui tiga pendekatan, yakni pendekatan intervensi gizi, pendekatan multisector dan multipihak, dan pendekatan berbasis keluarga beresiko Stunting.

“Alhamdulillah TPPS Kabupaten Luwu Provinsi Sulawesi Selatan yang telah terbentuk dan di SK kan oleh Bapak Bupati Kabupaten Luwu pada 25 Februari 2022,” terang Sulaiman.

Baca Juga :  Komitmen Tanpa Kompromi, Rutan Masamba Ikrar Bersih dari Narkoba dan Handphone

Dalam penyelenggaraan Percepatan Penurunan Stunting di Kabupaten Luwu tahun 2023, Pemerintah Kabupaten Luwu telah menetapkan lokus kecamatan dan desa sebagai sasaran Program Percepatan Penurunan Stunting sebanyak 9 kecamatan dan 26 Desa/Kelurahan.

Sementara itu, Ketua TP-PKK Kabupaten Luwu, DR. Hj. Hayarna Hakim yang juga menjabat selaku Wakil Ketua TPPS optimis jika sistem yang dibangun berjalan dengan baik dapat mencapai zero stunting di Kabupaten Luwu tahun 2024.

“Saat ini kami melalui dasa wisma tengah melakukan pendataan by name by address untuk mengetahui kondisi pasti dilapangan. Setelah data terkumpul, kami juga telah sepakat bersama Forkopimda, OPD dan IDI menjadi orang tua angkat untuk memastikan kecukupan gizi anak beresiko stunting,” ujar Hayarna dalam sambutannya.

Turut menyajikan materi pada rapat koordinasi tersebut Kepala Bappelitbangda Kab. Luwu, Moh. Arsal Arsyad dan Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan, Dra. Hj. Andi Ritamariani, M.M.

Loading

Comments

Baca Lainnya

Lapas Palopo Edukasi Warga Binaan Lewat Sosialisasi KUHP Baru

17 April 2026 - 18:47 WITA

Komitmen Tanpa Kompromi, Rutan Masamba Ikrar Bersih dari Narkoba dan Handphone

17 April 2026 - 12:43 WITA

Waspada El Nino, Kapolres Maros Serukan Siaga Kekeringan dan Kebakaran Hutan

15 April 2026 - 09:38 WITA

Kapolres Maros Dukung Gerakan Pangan, IKA PMII Siap Garap Lahan di Mallawa

14 April 2026 - 17:00 WITA

Rutan Masamba Diklaim Konsisten Razia, Aktivis Bantah Dugaan Pembiaran

14 April 2026 - 15:10 WITA

Trending di Daerah