Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Daerah

Puluhan Sapi Mati Mendadak, PP Bulukumba Desak Pemerintah Turun Tangan

badge-check

					Ketua Pemuda Pancasila (PP) Kabupaten Bulukumba Andi Atnan Mangamparang. (Foto: Ist) Perbesar

Ketua Pemuda Pancasila (PP) Kabupaten Bulukumba Andi Atnan Mangamparang. (Foto: Ist)

BERITA.NEWS, Bulukumba – Maraknya kasus ternak sapi mati mendadak di Kabupaten Bulukumba dan Sinjai, Sulawesi Selatan membuat warga semakin cemas.

Pasalnya, sudah puluhan ternak sapi di dua kabupaten tersebut mati mendadak. Sehingga seharusnya pemerintah daerah harus turun tangan.

Hal itulah membuat Ketua Pemuda Pancasila (PP) Kabupaten Bulukumba Andi Atnan Mangamparang angkat bicara.

Andi Atnan meminta pemerintah daerah di dua kabupaten itu segera turun tangan menangani dugaan penyakit sapi yang menyebabkan mati mendadak.

Kasus ternak sapi mati mendadak ini di Kabupaten Sinjai dan Bulukumba itu terjadi sejak empat bulan terkahir.

Dari data Dinas Peternakan Kabupaten Bulukumba menyebutkan total sapi mati di Desa Batukaropa dan Desa Tamatto sebanyak 37 ekor.

Sedangkan di Desa Gareccing, Kabupaten Sinjai sebanyak 10 ekor dan ada kemungkinan jumlah itu akan terus bertambah.

Baca Juga :  Komitmen Tanpa Kompromi, Rutan Masamba Ikrar Bersih dari Narkoba dan Handphone

“Kami minta pemerintah di dua daerah ini harus serius menabgani kasus tersebut,” kata Ketua PP Bulukumba Andi Atnan, Selasa (6/2/2024).

Andi Atban berharap agar Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan di Bulukumba dan Sinjai juga tegas terhadap para pedagang.

Temuan Dinas Peternakan Bulukumba-Sinjai yakni adanya oknum pedagang yang membawa sapi untuk dijual di dua daerah itu.

Sapi-sapi yang mereka bawa untuk diperjualbelikan diduga sedang terjangkit penyakit.

Sebelumnya Dinas Peternakan Kabupaten Bulukumba dan Sinjai sudah turun melakukan investigasi atas penyakit itu.

Mereka mengambil sampel darah ternak sapi yang terkena penyakit.

“Sudah kami kirim ke Balai besar veteriner Denpasar Bali sejak 19 Januari 2024, namun sampai hari ini belum ada jawaban,” kata Kepala Dinas Peternakan Bulukumba, Tayyeb Mangkasi.

Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan di dua daerah tersebut menemukan penyebarannya.

Diduga dari penyebaran itulah sehingga ternak warga mati bergelimpangan setiap bulan.

Sapi yang mati mendadak diduga terjangkit penyakit Surra, Jembrana dan Penyakit Mulut dan Kaki (PMK).

 

Penulis: Syarif

Loading

Comments

Baca Lainnya

Dari Lalu Lintas ke Mimbar MTQ, Bripda Ahriadi Personel Polres Bulukumba Tunjukkan Prestasi

17 April 2026 - 21:19 WITA

mtq

Lapas Palopo Edukasi Warga Binaan Lewat Sosialisasi KUHP Baru

17 April 2026 - 18:47 WITA

Komitmen Tanpa Kompromi, Rutan Masamba Ikrar Bersih dari Narkoba dan Handphone

17 April 2026 - 12:43 WITA

Waspada El Nino, Kapolres Maros Serukan Siaga Kekeringan dan Kebakaran Hutan

15 April 2026 - 09:38 WITA

Kapolres Maros Dukung Gerakan Pangan, IKA PMII Siap Garap Lahan di Mallawa

14 April 2026 - 17:00 WITA

Trending di Daerah