Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Daerah

Puluhan Sapi di Bulukumba dan Sinjai Mati Mendadak, Diduga Terpapar Penyakit Ini

badge-check

					Puluhan Ternak Sapi Warga Bulukumba dan Sinjai Mati Mendadak. (Foto: BERITA.NEWS/ Syarif) Perbesar

Puluhan Ternak Sapi Warga Bulukumba dan Sinjai Mati Mendadak. (Foto: BERITA.NEWS/ Syarif)

BERITA.NEWS, Bulukumba – Warga, khususnya peternak sapi di Kabupaten Bulukumba dan Sinjai, Sulawesi Selatan was-was.

Pasalnya, akhir-akhir ini sudah puluhan ekor ternak sapi milik warga mati mendadak.

Seperti yang terjadi di Desa Batukaropa, Kecamatan Rilau Ale dan Desa Tamatto, Kecamatan Ujung Loe, Kabupaten Bulukumba.

“Sudah 37 ekor ternak sapi yang mati mendadak di dua kecamatan ini pak,” kata Lukman, warga Rilau Ale kepada wartawan.

Informasi maraknya ternak sapi yang mati mendadak ini turut dibenarkan Kepala Dinas Peternakan Bulukumba, Tayyeb Manangkasi membenarkan.

Dari hasil investigasi yang dilakukan pihaknya di dua kecamatan tersebut, Tayyeb menyebut mendapat informasi awal bahwa 70 ekor sapi yang mati.

“Setelah dilakukan investigasi dari awal mulai kasus ini (Agustus 2023 sampai Januari 2024) terdata sebanyak 37 ekor ternak yang mati,” kata Tayyeb.

Jumlah ini juga merupakan kumpulan dari beberapa kasus di beberapa titik bukan hanya di Batukaropa.

Tayyeb menjelaskan bahwa, gejala yang dialami sapi mati mendadak itu, yakni tidak mau makan, demam tinggi, mulut berbusa, gigi bergoyang.

Sementara untuk langkah penanganan yang dilakukan Dinas Peternakan Bulukumba, pihaknya telah mengambil sampel darah.

Baca Juga :  Lapas Palopo Edukasi Warga Binaan Lewat Sosialisasi KUHP Baru

“Sampel darah itu sudah kami kirim ke Balai besar Veteriner Denpasar Bali, pada 19 Januari 2024,” kata Tayyeb.

Kejadian yang sama juga terjadi di Dusun Honto, Desa Gareccing, Kecamatan Sinjai Selatan, Kabupaten Sinjai.

Sudah ada belasan ekor sapi milik warga mati mendadak diduga terpapar penyakit surra dan jembrana.

Kepala Dinas Peternakan Sinjai, Burhanuddin membenarkan belasan ternak sapi warga mati mendadak.

“Dugaan sementara antara surra dan jembrana. Tapi hasil analisa sampel yang kami kirim ke BBVet Maros masih menunggu karena butuh tujuh hari,” ungkapnya.

Diketahui, Penyakit Surra adalah penyakit hewan yang disebabkan oleh infeksi protozoa, yaitu Trypanosoma evansi.

Hewan yang rentan terhadap penyakit ini adalah unta, kuda, kerbau,
sapi, kambing, domba, babi, bahkan anjing.

Hampir semua mamalia reseptif meskipun tidak semuanya rentan, dan burung kemungkinan juga reseptif.

Sementara penyakit jembrana merupakan penyakit menular akut pada sapi Bali yang disebabkan oleh Retrovirus, keluarga lentivirinae yang termasuk dalam famili retroviridae.

Penyakit jembrana ini ditandai dengan berbagai gejala seperti depresi, anoreksia, demam, perdarahan ekstensif di bawah kulit.

Kemudian pembengkakan kelenjar limfe, terutama limfoglandula prefemoralis dan preskapularis serta adanya diare berdarah.

Gejala lainnya ditemukan juga pada banyak kasus penyakit yang disertai perdarahan kulit, sehingga penyakit ini juga disebut sebagai penyakit keringat darah.

Sejauh ini Penyakit Jembrana (JD) hanya terkenal di Indonesia dan hanya menyerang sapi bali.

 

Penulis: Syarif

Loading

Comments

Baca Lainnya

Lapas Palopo Edukasi Warga Binaan Lewat Sosialisasi KUHP Baru

17 April 2026 - 18:47 WITA

Komitmen Tanpa Kompromi, Rutan Masamba Ikrar Bersih dari Narkoba dan Handphone

17 April 2026 - 12:43 WITA

Waspada El Nino, Kapolres Maros Serukan Siaga Kekeringan dan Kebakaran Hutan

15 April 2026 - 09:38 WITA

Kapolres Maros Dukung Gerakan Pangan, IKA PMII Siap Garap Lahan di Mallawa

14 April 2026 - 17:00 WITA

Rutan Masamba Diklaim Konsisten Razia, Aktivis Bantah Dugaan Pembiaran

14 April 2026 - 15:10 WITA

Trending di Daerah